Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Lintas Meulaboh-Geumpang Lumpuh Akibat Banjir

0

     Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Jalan lintas Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat)-Geumpang (Kabupaten Pidie) Provinsi Aceh lumpuh akibat terjangan banjir di kawasan Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.
“Banjir di jalan ini sudah sejak tadi malam (17/10), saat mulai banjir kemarin akses jalan tidak terganggu, baru hari ini. Masyarakat Blang Beurandang sudah mengungsi sejak tadi malam,” kata Daslem Keuchik/ Kepala Desa Blang Beurandang di lokasi banjir, Selasa.
Tidak kurang dari 1 kilometer jalan lintas Meulaboh-Geumpang itu digenangi air banjir yang merupakan air limpahan dari area pesawahan petani dengan ketinggian 30-70 centimeter sehingga membuat kendaraan roda empat sulit melintas.
Meskipun ada kendaraan yang memaksa hanya dapat mengunakan satu sisi badan jalan dengan ketinggian 30-50 centimeter, informasi lain juga diperolah bahwa banjir telah terjadi pada beberapa titik lain untuk jalur lintas provinsi itu.
Sementara untuk kendaraan roda dua harus mengunakan jasa penyeberangan berupa becak dayung yang didorong oleh masyarakat sekitar, sementara kondisi rumah warga di lintasan itu digenangi air hingga ketinggian separuh rumah (80 cm).
“Logistik kami masih menanti, untuk korban banjir sudah 900 KK telah kita data pagi ini, hanya enam persen perumahan penduduk yang mungkin belum terendam. Ketinggian air ada 1 meter ada 1,5 meter,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan, sebagian besar masyarakat desa itu sejak Senin (17/10) malam telah mulai mengungsi di Masjid, Balai Pengajian, tempat ketinggian dan sebagian memilih ke kawasan Kota Meulaboh atau mencari rumah kerabat yang masih aman.

     Daslem menyampaikan, masyarakat sekitar desa itu memilih bertahan sehingga datangnya logistik dari pemerintah karena aktivitas perekonomian masyarakat telah lumpuh, sehingga sangat membutuhkan sandang dan pangan serta air mineral.
Banjir juga menganggu akses jalan lintas Meulaboh-Calang (Aceh Jaya) tepatnya di kawasan Ateung Teupat juga mengalami hal serupa, bahkan ada beberapa titik jalan lintas provinsi menuju pusat ibu kota Provinsi Aceh juga direndam air banjir.
Sementara itu Pusdalop Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat banjir sejak Senin terus meluas hingga ke delapan dari 12 kecamatan dengan jumlah korban pengungsian 6.883 jiwa dengan 1.925 kepala keluarga.
Untuk upaya penanganan pihak BPBD, TNI, Polri, Sar serta unsur terkait lainnya sejak Senin malam juga berjaga di titik pengungsian serta membantu melakukan evakuasi warga yang terjebak seperti di Desa Pasie Masjid, Kecamatan Mereubo.
“Ada dua titik pengungsian yang dipersiapkan, pertama di atas jembatan Desa Pasie Masjid, di Gedung SKB Lapang, kemudian untuk satu titik lagi di Gunung di Desa Pasi Ara, Kecamatan Woyla Timur,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Barat Iraidi dalam laporan Pusdalop yang diterima wartawan.
Upaya lain telah dilakukan adalah membelah suak (muara) Ujong Kalak untuk memperlancar debit air, kemudian saat ini masih dalam proses pendataan jumlah pengungsi, kerusakan infrastruktur dan sebagainya.
Akibat intensitas curah hujan tinggi sejak Jumat (14/10) banjir menerjang Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Jaya dan Kabupaten Nagan Raya, satu orang warga meninggal dunia di Kabupaten Aceh Barat atas nama Banta Lidan (75) karena sakit.(anjas)