Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Penambangan PT.BA Mulai Gusur Pemukiman dan Fasum

0

penambangan-pt-baMUARAENIM, jurnalsumatra.com – Siapa Yang Tak mengenal PT.BA, sebuah Perusahaan yang bernama lengkap PT.Bukit Asam(Tbk) dan Termasuk merupakan salah satu perusahaan BUMN tambang terbesar di Indonesia yang mempunyai kantor pusat di kota Tanjung Enim kecamatan Lawang kidul kabupaten muara enim provinsi Sumatera selatan.Berdasarkan pengamatan klikanggaran dan beberapa media lainnya di lapangan Selasa 11/10/16.

Nampak perusahaan yang sudah go publik di Bursa Efek Indonesia(BEI) itu telah memperluas areal lokasi penambangannya.Tepatnya persis di depan Rumah Sakit PTBA. Sebelumnya lokasi area Tambang baru itu adalah sebuah Fsilitas Umum (Fasum) Taman yang sejuk dan rindang yang biasanya di jadikan tempat wisata bagi masyarakat kabupaten muara enim dan khususnya warga Tanjung enim.namun kini tempat itu telah berubah 180′ derajat yang saat ini telah berubah fungsi menjadi kawasan Tambang.

Tampak jelas di lapangan lokasi yang dulu Taman yang sejuk kini telah berlobang besar yang di dalamnya terdapat hilir mudik puluhan mobil operasional Tambang yang melakukan pengerukan batubara di kedalaman lobang bibir Tambang.ada pun jarak area Tambang dengan Rumah Sakit PT.BA hanya sekitar 50 M saja.

Parahnya lagi ternyata di atas bukit yang sekarang menjadi area Tambang baru masih terdapat Rumah-rumah penduduk yang hanya berkisar 50 M dari posisi tambang,berdasarkan pengamatan awak media di lapangan masih ada puluhan kk yang masih bertahan di sana.dan di duga ada pelanggaran di sana, lantaran Lokasi tambang sudah berjalan namun penduduk yang ada di dekat lokasi tambang belum sepenuhnya di relokasi.

Tidak cukup sampai di situ.kami pun beserta media lainnya trrus menelusuri sampai ke ujung bukit yang terkenal dengan sebutan bukit munggu.kami dari awak media pun terkejut ketika melihat langsung di lapangan,nampak terlihat sisi bukit munggu itu sebagian sudah Terkikis hampir habis. (dalam hati kami bertanya-tanya bagaimana mungkin paskah tambang nanti bisa mengembalikan bukit yang telah habis nantinya) kami pun sempat berbincang-bincang dengan salah satu warga Tanjung enim yang tak ingin di sebutkan namanya, ia pak sekarang daerah tanjung enim sekarang ntah jadi apa Nantinya.

Coba bapak lihat dari atas bukit sana (sambil menunjuk ke arah dataran Tinggi wilayah tanjung enim) akan terlihat lobang-lobang area pertambangan. kami pun sebagai warga yang tak tau apa-apa pasrah saja.Tutur warga Tanjung enim yang meminta enggan di sebut namanya.awak media merasa kesulitan untuk melakukan konfirmasi dengan pihak PTBA mengenai Temuan di lapangan.

Lantaran dalam waktu bersamaan PT.BA di kabarkan sedang melakukan diskusi untuk menjadikan Kota Tanjung enim sebagai kota wisata.(11/10/2016). Sementara itu kepala Badan lingkungan Hidup (BLH) kabupaten muara enim melalui Sekretaris BLH muara enim, Asmawi saat di mintai Tanggapannya Selasa 11/10/16 mengenai Temuan para awak media di lapangan.

Menurut Asnawi tentunya setiap perusahaan yang melakukan kegiatan tambang sudah barang tentu memiliki izin dan analisa dampak lingkungan (AMDAL) dan izin itu bukan di keluarkan BLH muara enim melainkan langsung dari kementerian kehutanan.

Tugas kami memonitoring, jika ada pelanggaran lingkungan maka akan kita berikan teguran, peringatan, dan kami tidak berhak menutup Tambang. katanya.perlu kita ketahui bahwa berdasarkan peraturan kementeriaan lingkungan Hidup No 04 Tahun 2012 tentang indikator tambang ramah lingkungan dan penambangan terbuka bahwa jarak lubang galian tambang dari pemukiman warga adalah 500 meter.(Sumber : Transformasinews.com)