Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pengusaha Berikan Pinjaman Untuk Bayari Rumah Sanusi    

0

Jakarta, jurnalsumatra.com – Direktur PT Tribangun Pilar Persada Hendrikus Kangean mengaku memberikan pinjaman untuk membayari sejumlah kredit rumah dan mobil yang dimiliki mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.
“Seingat saya ada (pinjaman) untuk pembayaran aset untuk apartemen SOHO dan Vimala Hills,” kata Hendrikus Kangean dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.
Dalam perkara ini, Mohamad Sanusi didakwa menerima suap Rp2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara (Pantura) Jakarta (RTRKSP) dan melakukan pencucian uang sebesar Rp45,28 miliar.
Dalam dakwaan disebutkan bahwa Sanusi diduga menerima uang dari para rekanan Dinas Tata Air DKI Jakarta seluruhnya sejumlah Rp45,28 miliar yaitu berasal dari Direktur Utama PT Wirabayu Pratama Danu Wira yang merupakan rekanan yang melaksanakan proyek pekerjaan di Dinas Tata Air pemprov DKI Jakarta periode 2012-2015 sejumlah Rp21,18 miliar; dari Komisaris PT Imemba Contrakctors Boy Ishak yang merupakan rekanan yang melaksanakan proyek pekerjaan di Dinas Tata Air pemprov DKI Jakarta periode 2012-2015 sejumlah Rp2 miliar dan dari penerimaan-penerimaan lain sejumlah Rp22,1 miliar.
Untuk menutupi penerimaan tersebut, Sanusi membeli sejumlah aset properti antara lain Satu unit tanah dan bangunan yang kepemilikannya diatasnamakan Sanusi di perumahan Vimala Hills Villa dan Resorts Cluster Alpen seluas 540 meter persegi seharga Rp5,995 miliar dan meminta Danu Wira untuk membayarkan sejumlah Rp2,72 miliar sedangkan sisanya sebesar Rp1,73 miliar dibayarkan oleh Gina Prilianti, Hendrikus Kangean, PT Bumi Raya Properti dan pihak lain.
Selanjutnya satu unit satuan rumah susun pada Soho Pancoran South Jakarta di Jalan MT Haryono kavling 2-3 Tebet, blok North Wing lantai 16 Nomor 8 seluas 119,65 meter peersegi seharga Rp3,21 miliar yang dimintakan untuk dibayar Danu Wira sebesar Rp1,28 miliar sedangkan angsuran lain yaitu sebesar Rp1,8 miliar dimintakan Sanusi kepada Hendrikus Kangean dan pihak-pihak lain.
“Angka totalnya kurang hapal tapi sekitar April dan Mei 2015, bersamaan untuk Vimala Hils dan SOHO, ada dua sampai tiga kali dan sekali pengiriman sekitar Rp100 juta. Pembayaran itu untuk angsuran (pembelian rumah),” tambah Hendrikus.
Hendrikus pun akhirnya mengakui selain membayari rumah, ia ikut membayari pembelian mobil Toyota Fortuner milik Sanusi.
“Mobil itu bukan saya yang membayar tapi Pak Sanusi datang ke saya dan minta meminjam dana dan dana untuk dibelikan mobil, tapi saya tidak membayar langsung saya hanya berikan cek jumlahnya sekitar Rp500 juta,” ungkap Hendrikus.
Pemberian uang itu menurut Hendrikus hanya berdasar hubungan pertemanan antara dirinya dan Sanusi.
“Pak Sanusi itu teman saya, sejak kuliah, jadi hampir 27 tahun, lagi pula 1-2 minggu pinjaman diberikan biasanya akan langsung dikembalikan,” tambah Hendrikus.
“Apakah bisa memberikan bukti pengembalian?” tanya jaksa penuntut umum KPK Ronald F Worotikan.
“Biasanya pengembalian tunai dalam bentuk rumah, biasa dicicil 1-2 kali,” jawab Hendrikus.
Hendrikus juga pernah mengirimkan uang untuk mertua Sanusi bernama Jeffry Setiawan Tan.
“Pernah juga Pak Sanusi meminta untuk ditransfer ke Pak Jeffry tapi saya tidak tahu kebutuhannya untuk apa hanya pinjam, itu jumlahnya Rp100 juta dan Rp65 juta. Pak Sanusi mengatakan hanya dibutuhkan pinjaman untuk beliau tapi disuruh transfer ke Pak Jeffry,” jelas Hendrikus.
Hendrikus juga mengaku mendapatkan sejumlah transfer miliaran rupiah dari Komisaris PT Imemba Contrakctors Boy Ishak. Namun ia tidak mengetahui penerimaan uang tersebut.
Dalam dakwaan Bos Ishak yang merupakan rekanan yang melaksanakan proyek pekerjaan di Dinas Tata Air pemprov DKI Jakarta periode 2012-2015 juga memberikan sejumlah Rp2 miliar ke Sanusi. (anjas)