Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Palembang Akan “Musnahkan” Tari gending Sriwijaya

72

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Palembang memiliki beragam budaya dan kesenian, salah satunya tarian,  Dinas Kebudayaan Palembang tengah merencanakan “memusnahkan” tarian sriwjaya dan akan diganti dengan tarian sambut Palembang Darussalam.

“Selama ini kalau ada tamu atau penyambutan pakai tari Gending Sriwijaya, atau tari Tanggai.  Padahal tarian itu bukan adat istiadat kita,  mulai dari gerakan, pakaian penari dan musik dalam tari Gending Sriwijaya indentik dengan ajaran Hindu-Budha,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan  Palembang, Sudirman Teguh.

Oleh karena itu, lanjut Sudirman, Palembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sudah saatnya memiliki tarian sendiri,  baik gerakan, lagu atau musik pengiring dan pakaian yang dipakai penari bernuansa Islami

“Kalau ditanya bagaimana gerakkannya saya tidak tahu, saya bukan ahli tari, seniman atau budayawan. Tapi kami dari Kebudayaan mendiskusikan dengan alhi tari, seniman atau budayawan, mereka 100% mendukung. Mereka yang lebih paham. Nanti kita lombakan untuk cipta tari Sambut Palembang Darussalam ini. Perlombaan tersebut akan digelar setelah pemilihan Duta Budaya, sekitar akhir  bulan April mendatang,” jelas dia.

Maka,  tari Sambut Palembang Darussalam akan diperkenalkan ke masyarakat luas, termasuk di pelajari di sekolah-sekolah. Lalu, nasib tari Gending Sriwijaya tetap ada namun untuk dipakai oleh Pemerintah Provinsi  Sumsel. “Tari Gending Sriwijaya nanti ditarik oleh Pemprov Sumsel. dan tari Sambut Palembang Darussalam akan diatur dalam Peraturan Daerah,”ujarnya.(eka)





  • Issaiah Fanny S Alam

    Loh
    Budaya Islam juga bukan budaya asli adat istiadat Palembang

    • Yantje TM

      betoll.. sudah pada gila tu, dinas kebudayaannya

      • Andriana Rustam

        Lama2 tarian asli kita bisa punah kalau begini cara pandangnya….

  • Andries Sibarani

    Kirim ke negeri jiran aja, pasti disambut dgn tangan terbuka …

  • Irwansyah Syah

    Sejarah mencatat kebesaran Sriwijaya dimasanya, di Palembang para tamu kehormatan dan pada acara- acara tertentu tari gending sriwijaya sudah dikenal sebagai tari penyambutan.. “Oi wong kito” jangan kehilangan jati diri lah, dengan mengingat kebesaran para pendahulu itu bukti kita menghargai keberadaan kita sekarang…

    • Pandapotan_Lubis

      Hanya Wong Kito gila yg sengaja merusak budayanya sendiri kemudian menggantinya dengan budaya padang pasir yg sebenarnya bukan budaya asli kita.

      • Hendy Prasetyo

        Kebanyakan sudah kemabukan gara gara agama. Liat kan, gara gara agama saja bisa merusak budaya sendiri.

        Entar kalo sudah diklaim, ngamuk ngamuk…

      • Muhamad Fajri

        Woy Lubis, orang mana Lo? Orang jasmev? Gw Palembang asli, tp gw gak suka loe bilang budaya Padang pasir, karena agama gw juga Islam…

        Paham maksud Lo?

        • Wicaksono Arie Wibowo

          Beda konteks antara agama dan budaya bung. Islam bukan hanya milik orang Padang pasir, Islam juga milik Palembang, milik Indonesia, milik Dunia. Indonesia merdeka atas perjuangan semua rakyatnya, bukan rakyat Padang pasir.

        • pat

          lhooo…salah marah ni, P Lubis gak bilang palembang berbudaya padang pasir…P Lubis komentar mengenai dinas kebudayaan di palembang merusak budayanya sendiri dgn mau mengganti dgn budaya lain yg notabene bukan budaya asli indonesia khususnya palembang….gitu lho

        • Pandapotan_Lubis

          Wah, wah, wah, @Muhajir Fajri, sensi amat elo ada yg menyebut padang pasir di situ. Abu Jahal juga padang pasir. Jangan2 elo ini pengikut setia Abu Jahal kali.

    • Patricia

      Setuju….. Sebagai mantan penari Gending Sriwijaya, dan orang Palembang, saya sedih dengan berita ini.
      Ngapo pulok sejarah harus disalah-salahin. Nak buat tari baru, bole bae, tapi yang lamo, sudah jadi identitas Palembang.

      • Yuli Viola

        Patricia, tetaplah jaga budaya yang sdh kamu ketahui. latih penari generasi penerus tarian daerahmu. Tak kan hilang walaupun dinas kebudayaan di daerahmu berniat menghilangkannya. Semoga mendikbud segera ambil sikap.

  • Soesanto Haeriah

    Makin lama negara ini makin parah, mungkin nenek moyang bangsa ini menangis dan menyesal mengapa dulu dgn tangan terbuka menerima masuknya Islam dalam kehidupan mereka yg pada akhirnya kebudayaan mereka yg ada lebih dahulu secara kasar diusir dan dimusnahkan. #anakdurhaka

  • Kasih tau malaysia ah…biar diklaim 😀

    • Bunyamin

      Betul, berikan saja pada malaysia yg negara islam pasti diterima dgn senang hati.

  • CitizenRiz

    Tari Onta ajalah kalo gitu, TOLOLNYA!

  • Pandapotan_Lubis

    Naudzubillah, faham Wahabi ternyata sudah mulai memusnahkan satu persatu budaya asli Indonesia setelah mampu dirawat selama ribuan tahun dan akan digantikan dengan budaya padang pasir yg dipaksakan. Negara lain setengah mati melindungi budaya aslinya agar tidak punah, di sini malah sengaja dihancurkan. Faham Wahabi memang sudah mulai merajalela di bumi Nusantara. Setelah tari seudati hilang dari Aceh, sekarang terjadi lagi di Palembang.

    • Noble Berry

      Seudati masih lestari di Aceh

  • Eddy Effendi

    Ada2 saja . Nanti Situs2 sejarah sebelum islam apakah mau di musnahkan juga ya?
    Ngeri jadinya …..
    Bisa tidak tau asal sejarah bangsa ini..

    • ingrid tjan

      memeluk Islam, boleh tp pemaham Buta..jangan..karena telau fanatik jd BUTA..kita Indonesia ini..seni Budayanya ..paling banyak di minatin manca negara..siapa saja siap..menerima sampe sampe di Kleim..ini main gampang saja dibuang..nenek Moyang aja menjaga sampe ribuan thn..

  • Fidi W

    Kalau di hubungkan dengan Islam ya nggak akan ada Tarian apapun. apa lagi kalau yg menari itu perempuan. Mana ada perempuan menari2 di depan tamu pria.

  • Nana Hutabarat

    Apa yg salah dgn kesenian? Kenapa dikait2kan dgn agama? Apakah hindu budda bkn bagian dr agama yg diakui di Indonesia? Picik banget otak kadis nya… ksh tau aja no sm malaysia biar diakui oleh mereka.. bodoh banget budaya keaenian sendiri dibuang2
    adooooh *tepok jidat..

  • Bobby Doank

    dinas kebudayaan koq memusnahkan budaya

  • sudirman teguh Kadis Kebudayaan goblok

  • Adib

    Pekok ndas2sane

  • ingrid tjan

    diganti sama KOSIDAHAN atau diganti sm Belly dance..kalau Orang udh mabok DOGMA, semuanya juga Gitu..HARAM..yg enga haram, KORUPSI, uang negara + NgeramPok Uang RAKYAT halal..enga ada fatwanya sampe sekarang para maling uang Negara Haram..

  • Yantje TM

    Otaknya sudah di cocokin dengan budaya padang pasir.. emang budaya padang pasir adalah budaya asal indonesia? Ka Sinas kebudayaan Guablog.

  • Dimas Dwiputranto

    OI MALAYSIA! NIH ADA YANG GA MAU TARI BUDAYA KITA, SILAHKAN DIAMBIL, BIAR NYESEL ITU DINAS KEBUDAYAAN PALEMBANG NGEHILANGIN ADAT ISTIADATNYA SENDIRI!

  • Sri Machali

    penampilan kadisnya jidat hitam,celana congkrang.jenggot onta,yakin bumi datar,IQ rendah atau lupa sejarah/jas merah bukan wong kito, yang mano?

  • Alika

    Oy Malay, silakan colong tarian ini.
    Tapi tolong lestarikan dengan baik ya, biar gak punah aja.

  • Siauw Giem Tjoan

    orang arab kagum dengan budaya nusantara di bali, orang kita kagum dengan budaya arab, bingung bingung ku memikirkan……

  • Yoto

    Alangke buyan wong ini, cubo perikso dulu asli wong Palembang apo bukan Kadis-nyo ni

  • TartarosSeed

    Welcome to Indonistan.

  • Cornelius Josmardhihardhyono

    Aduh singing Kali lha Kita aja mulai menggalakkan budaya ? Capai dekh

  • Cintya Sandi Astini

    *tariknapas*
    GBLK!!!

  • Sari Laras Danu

    ada ada saja ….. judulnya koq ngeri sih “MUSNAHKAN” ….. sekalian saja candi muara takus di musnahkan, Daripada di musnahkan coba di kreasikan dibuat versi baru lagi bagaimana agar mengikuti tuntutan saat ini…., klo masalah gerakan orang awam seperti saya masa bodo apa itu artinya gerakan yang penting bagus & enak diliat aja…, masalah costum kan bisa di pakein manset klo ga mau tangannya keliatan…musiknya jg bisa dikombinasi apa kek….., GITU AJA KOQ REPOTTT….

  • M. Huda

    Saya suka dengan komentar-komentarnya yg memiliki gaya bahasa yang baik, bahkan kecaman sekalipun. Tidak seperti orang-orang Jakarta yang memiliki gaya bahasa yang menyebalkan untuk dibaca.

  • R Bagus Surodibroto

    Astaghfirullah Al Adzimmmmmmmmm, sadarkanlah mereka ya Allah, Pancasila juga berasal dari Agama Budha, bukan agama nya yang diambil namun nilai , norma dan pranatalah yang kita hayati. Kalau semua mau diganti, dirikan saja Negara Republik Palembang lepas dari NKRI. Hisbul Wathan Minal Iman, Ukhuwwah Wathaniah jihad fii sabilillah untuk Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.

  • saiya nurul

    Judulnya jg jgn lebai.. menggantikan beda jauh dg memusnahkan.. komen dibawah jgn lsg baper dg kata memusnahkan..

  • Anton

    begitulah klu sudah otaknya tercemar ajaran onta arab… berubah menjadi orang super idiot… lah budaya kok diganti2, ga tau arti nilai falsafah budaya. Orang idiot itu ga tau klu ajaran onta asli itu malah melarang segala bentuk pertunjukan seni

  • Pandapotan_Lubis

    Indonesia dalam bahaya besar. Faham Wahabi intoleran sudah masuk lewat birokrat pengambil keputusan tingkat daerah Kota Palembang. Semua budaya asli Indonesia akan musnah bila birokratnya sudah di-obok2 oleh wahabi intoleran. Hal ini tidak boleh dibiarkan, birokrat yg bersangkutan harus diinvestigasi siapa tahu memang berhubungan dengan teroris antar negara.

  • Parwita Pande NaDi

    Gak usah di kasi Malaysia kami di Bali siap melestarikan tarian2 tradisional Nusanyatara asal ada rekomendasi dr pihak2 terkait.

    Silakan kembangkan tarian perut dn tarian lain yg dr gurun?
    Apa mereka punya seni saya kira tidak krn dlm seni ada ketentraman dan saling menghargai tp mrk hanya ada keinginan untuk menghancurkan/perang

  • Angela Merlin Gunawan

    y ampun…. budaya udh dr leluhur knp d hapus? goblok ih…. diganti yg berbau islam? ini seni budaya bkn agama???? dih… udh gilaaaaa…..

  • Noni Sen

    Aneh banget… ngerti gak sih arti budaya itu apa ? Atau saya yang gagal paham ama kata budaya ya ? Tarian begitu bagusnya mau di ilangin….

  • Danny Wan

    Raja Salman begitu senang waktu disambut dengan tarian adat Bali, di sini bangsa kita sendiri malah mo musnahin.. GILA. Parahnya yang kasih ide malah seorang kadis! Kalo situ “malu” ama peninggalan budaya nenek moyang kita, kasih deh ke penduduk Bali. Saya yakin orang2 Bali bakal menyambut dengan senang hati. Biar nanti wisman yg pengen liat budaya asli bangsa kita bisa langsung ke Bali.

  • Tri Neptune

    Menghilangkan budaya = menhilangkan peradaban dan jati diri . Apa tidak malu dgn negara2 besar dan bertehnologi spt Jepang , Inggris dll yg mampu menjaga eksistensi antara budaya nenek moyang nya dgn tehnology tinggi scr harmonis ? Ingat negara kalian ini sampai saat ini msh twrmasuk dlm kelompok negara berkembang lho 🙂

  • I Luv Hentai

    kasih ke malaysia langsung diterima dengan senang hati tuh lah disini malah biat diginiin ==”

  • Feby Elsadiora

    bego bener.

  • Fadel Arif Aztamurri

    Didunia ini, ada gereja yang jadi masjid, begitupun sebaliknya. Beberapa bagiannya dimodifikasi, tanpa mengubah bentuk secara keseluruhan. Tujuannya diubah untuk mengikuti perkembangan budaya di daerah yang bersangkutan. Begitupun tarian ini. Tariannya ini jika ada bagian yang tidak sesuai lagi, yang modifikasi saja bagian tersebut. Ga perlu dihilangkan secara keseluruhan kan?

  • Pasek

    Mengingkari sejarah .
    Bahwa Nusantara ini sangat kaya akan budaya. Kalau yang dimaksud adalah menghilangkan tarian yg di maksud. itu namanya konyol, bloon, dan gila. Seharusnya mereka melestarikan yang ada sebagai kekayaan warisan leluhur.
    klau mereka menganggap tariannya tdk cocok sebagai tari penyambutan.. ya mbok berkreasi ciptakan tari baru yg dianggap memenuhi unsur yg di mksd.

  • Alinda

    Dem… dem… tari gending itu tari penghormatan untuk2 tamu2 yg dateng ke bumi sriwijaya…

    Jgn campur adukan agama dan kebudayaan…. inget agama Islam bukan bearti mengikuti budaya arab.
    Budaya kita tetep budaya nusantara termasuk pelalestarian tari gending dan tari tanggai..

  • Oka Mahendra

    Prihatin, perlu kejernihan jiwa, sepertinya susah memisahkan susu dalam lumpur, hanya yang bijak dapat memilahnya.

  • Izman Quaasalmy

    tolong tuh orang dinas kebudayaannya dipecat ajah deh, kalo gak bisa hargain budaya daerah, suruh ke laut ajah, sampah bener

  • Rainze

    lha Sriwijaya aja bukan nama yg terkait dgn agama padang pasir, apakah ini juga mo dimusnahkan tentang sejarah kerajaan dan budayanya? ya ampun kita punya budaya asli nusantara yg harus dilestarikan kenapa harus “dimusnahkan”?

  • Andi Wawa

    dari web Pemkot kok lebih panjang daripada artikel jurnal..??
    postingan Pemkot juga lebih duluan postingannya.. (13 maret 2017)

    http://www.palembang.go.id/berita/160/gallery-detail.html

  • Sumino

    Palembang (sumsel) terkenal karena Sriwijaya sampai ke Singapur,Malaysia, Tahiland dan kota tertua di Indonesia , Gending Sriwijaya adalah ciri khas Sumsel. kalo nak dimusnahke alangkah bengaknyo, tau dak lur buat tarian yg sdh terkenal dan menjadi ciri khas yg dakatek duonyo di dunia idak gampang! Dasar katek gawae nian cubolah buat daerah sumsel jadi kota wisata terkenal sampai luar negeri kayak Bail biso datangke devisa buat sumsel itu baru prestasi

  • brahmayanto brahmayanto

    Tari apapun juga dgn ajaran agama tertentu silakan diciptakan, tp tdk usah menarik tari yg sdh lama ada. HATI2 KITA JGN TERJEBAK ada aktor intelektual yg ingin Islam terpecahbelah, Pemprov cuma suruhannya sj.

  • Franci Lintang Chandra

    Bener-bener gagal paham, emangnya definisi budaya asli itu apa yach? Kok warisan Sriwijaya sejak berabad-abad lampau disebut bukan budaya asli Palembang.

  • richard

    dinas pariwisatanya gagal paham

  • Gerry P. Santoso

    Ayo buat petisi, ganti pempek dengan bahan kurma, atau kapal selam ganti nama jd onta selam.

  • Henry Budijanto

    Dari nama saja sdh memakai Sriwijaya berarti memang sejak jaman kerajaan Sriwijaya dan bukan budaya dr Arab..

    Klo memang Indonesia lebih arab dr arab, ya harus yg berbau padang pasir jd ganti saja dengan kasidahan atau tarian rebana.

    Perlu diingat bahwa di indoneaia budaya Hindu dan Budha telah lebih dulu ada daripada Islam, ini menunjukan pemikiran islamisasi yg telah kebablasan

  • Harmidi Att Itumeditlabinodari

    Yang dak bejenggot, dak bejambang nak d musnahke, dak islami. saat ny
    wong palembang nak bejambng lebet galo. cak itu kendak kamu apo.. dak
    masuk akal lah!!!!

  • Widya Rusnaeni

    oh indonesiAku..:( hormati dan hargai busaya sendiri ..jangan di ilangin dan di ganti budaya nun jauh disana please:(

  • Coretan Dinding

    wah bahaya ini.. ada budaya mau di ilangkan, dinas harus belajar banyak sejarah kalo begitu, ini jangan jangan dinas lahi kemasukan roh PKS jangan jangan

  • Agung Ari Parker

    Baik buruknya sesuatu itu tergantung pada cara pandang kita,, belajarlah menadang semua hal dengan positif.

  • Wicaksono Arie Wibowo

    Pemimpin yang lupa akan sejarah bangsanya!!! Numpang merdeka cuk!!!

  • Monik Pandiangan

    Plis! Yg punya ide ini saran saya pergi relax your mind and soul. Kedua lu harus menghormati aktifitas2 yg telah terjadi saat dulu tarian ini ditetapkan. Ketiga lu ingat dong Sriwijaya kan kerajaan tua Indonesia di Palembang yg beragama Hindu. Dan Hindu itu ajaran tertua yang dianut Indonesia sebelum Kristen and Islam masuk. For the sake of your mental heathiness, hormati budaya mu. Itu juga cerminan bagaimana kita mempercayai apa yang kita percayai. Extrim seperti ini tidak pantas untuk Indonesia yg Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Who are you?

  • Suheimi As

    Pempek jugo termasuk budaya. Segalo yg berbau Sriwijaya – termasuk namo “Sriwijaya” dari jaman agama Buddha/Hindu. Usul: maskapai penerbangan Sriwijaya ganti bae jadi Sribagindo. Buang jugo istilah Cikmat….. Kalau idak galak ganti, yo yg usulkan itu harus dipecat, dak do jalan lain, banyak anak mudo yg senang gantiin bapak itu.

  • Joseph

    Tari Sriwijaya bukan budaya lama, tp dari abad ini, tepatnya dari tahun 1943. Diciptakan utk sambut Penjajah Jepang, dibuat oleh kader2 Jepang beragama Muslim & ditarikan pertama kali di dunia depan Masjid Agung. Gerakan oleh Tina Haji Gong & Sulaiman Rozak, musik oleh M. Dahlan dan Syair Gending Sriwijaya dibuat tim Nungtjik AR kepala Departemen Penerangan rezim Jepang. So, it’s practically “Japanese” atau Kerjaan Komisian milik Penjajah. Nungtjik AR sendiri akhirnya terlibat PKI hingga syairnya skrg lebih baru lagi, krn diganti. Hmmm…. this is problematic dilemma guys, bukan masalah simpel….perlu tunggu para ahli yg meneliti syarat2 suatu Budaya menjadi sebuah Heritage/Warisan Budaya milik NKRI. Dan bila sdh menjadi Warisan Budaya, tdk bisa diganggu gugat TANPA SEIJIN seluruh Anak Bangsa Bumi Pertiwi. Anyways, semoga lancar berkarya bila dilombakan utk buat Tarian yg baru, yg lebih heboh & hebat, agar Palembang lebih dilirik Dunia. Yang saya ga suka klo motivasi perubahan ini cuma gara2 ada unsur Politiknya, apalagi keserimpet agama apapun & ditambah-kurang sana-sini jadi kaku & intoleran buat cari pendukung (Dalam Psikologi Politik, “Kekerasan”, “Kemarahan” & “Kekakuan” selalu menarik minat org), krn bukan hanya NKRI yg kita bela, tapi juga Bhinneka Tunggal Ika yang mana adalah HARGA MATI. Bahaya laten “Faham Masif” entah itu ISIS, PKI, dll akan menghantui bila merubah tari TERLALU condong ber-idealis, TAPI SILAHKAN, mo dibikin gaya budaya Pulau Tropis, budaya Padang Pasir, bahkan budaya Tundra sekalipun, sebuah karya seni pada akhirnya harus tunduk pada konsep SHOW BUSINESS dan akan gagal & mati dgn sendirinya seiring kelahiran generasi2 baru klo jelek & ga disukai orang. Bagaimana nasib tarian ini? Akan sangat menarik melihat perkembangan kasusnya kedepan!

    EDIT: Ahahaha! ternyata HOAX! Salah paham wawancara media online dgn pemerintah. Banyak pihak Pemerintah yg marah2 krn bisa mengganggu Masyarakat Palembang yg mana termasuk yg paling dewasa, tertib & kondusif di Nusantara. Presiden smp ikut2an kaget, LOL! Senang lihat banyak respon marah2 juga disini, mari lanjut bela ke-Bhinnekaan agar tdk tercerai-berai lagi seperti jaman susah hidup dahulu, NKRI HARGA MATI! MERDEKA!!!

  • Utin Arisa Maharani

    Pada dasarnya budaya dan agama merupakan 2 konteks yang berbeda, kita juga nggak bisa pungkiri bahwa pengaruh budaya yg dibawa oleh Hindu-Budha sangat besar, tidak hanya di Palembang, di tempat saya juga pengaruh kebudayaan Hindu Budha masih bisa dirasakan, terlebih lagi hampir semua kerajaan yg ada di Indonesia dipengaruhi oleh budaya Hindu-Budha, saya sebagai penari sangat menyayangkan jika tarian ini dimusnahkan, alangkah baiknya jika tarian ini terus dilestarikan dan dikembangkan, seharusnya pihak dari dinas kebudayaan Palembang sendiri lebih mengerti, jika tarian ini dihilangkan maka sama saja dengan menghilangkan identitas dari daerah Palembang.

  • Wedhy Rachmad

    Sepertinya budaya yg sok pintar tapi bodoh inilah yg harus kita musnahkan. Bapak kadisbud yth, kenapa nggak bpk dan ahli tarinya saja yg ciptakan sejarah palembang dg ke “identikkannya”. Pak, saya org plb asli, muslim dan lahir di zaman skr, bukan pada zaman kerajaan, tapi saya bangga dg adanya identifikasi tari gending sriwijaya yg menceritakan gemah ripahnya palembang waktu dulu. Betapa hebatnya yg mengapresiasikan baik lagu maupun tari gending sriwijaya tsb. Bpk saja tak paham tarinya, bapak mau hapuskan, bpk diskusi dg ahli tari yg notabene, lulusan mana ahli tari tsb. Kalau dulu sejarahnya bukan ditoreh syailendra, misalkan oleh hyabib bla..bla..bla…, mungkin akan identik dg tari putar seperti turki. Nah, coba ditelaah dg pintar, mana sejarah dan mana aliran. Terimakasih.