Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Alumni 83 SMPM Yogyakarta Buat Kaos Pepeling

0

Yogyakarta, Jurnalsumatra.com – Melalui perjalanan hidup “podol geyup” alumni 83 SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta, banyak pelajaran telah diperoleh. Podol geyup, menurut Abdul Azis, istilah anak muda Yogyakarta yang khas dan unik.

Berasal dari bahasa gaul walikan yang berarti ngomong terus. Dan idiom itu sering digunakan untuk membranding seseorang yang sukanya ngomong, tapi nihil dalam pembuktian alias omong kosong.

“Cenderung hiperbolis, mengada-ada, ndobos dan tanpa ujung pangkal,” kata Abdul Azis di depan pemerhati pariwisata dan pengamat kebudayaan Kota Yogyakarta, Jum’at (12/5/2017) malam di Kampayo XT Square Yogyakarta dalam acara launching kaos Pepeling produk alumni 83 SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Menurut Abdul Azis, itulah perilaku kehidupan sehari-hari alumni 83 SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Dan, grup ini nantinya akan selalu menemui dan berbagi dengan alumni SMP Muhi Yogyakarta. “Membantu mereka dalam berwirausaha,” jelas M Wafa Bidron, ketua alumni 83 SMP Muhi Yogyakarta, yang menambahkan kali ini diawali pembuatan kaos Pepeling bertuliskan petuah Jawa yang saat ini sangat asing bagi generasi muda. Kaos Pepeling ini diproduksi 83 Production di bawah manajer M Haryadi.

Selain berusaha di bidang kaos, ke depan akan dibuat kedai kopi sekaligus tempat pamer bagi alumni yang punya keahlian di bidang moge, desainer, busana, gambar, cerita, kuliner dan sebagainya di kawasan Tembi Bantul. “Apa yang kami lakukan ini, kecil memang. Tapi kami yakin, usaha ini akan berkembang,” papar Abdul Azis lagi.

Selain bertegur sapa di grup WhatsApp, alumni juga berkumpul melalui pit-pitan dan silaturahmi di facebook alumni SMP Muh 1 Purwo Jogja 1983 sejak 20 September 2011. “Semua itu demi kebersamaan dan di antara alumni harus mengetahui kabar alumni lainnya,” papar Drs H Sujadi, mantan Kepsek SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang berharap langkah yang diinisiasi podol geyub alumni 83 SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta dapat menginspirasi masyarakat. “Sehingga bisa bermanfaat dalam menjalani kehidupan ini menuju ke arah yang lebih baik lagi,” kata Sujadi. (Asa)