3.714 Petani Di Lumajang Dapat Kartu Tani

    Lumajang, jurnalsumatra.com – Sebanyak 3.714 petani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendapatkan kartu tani dalam rangka mewujudkan percepatan pembangunan pertanian modern menuju kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di wilayah itu.
“Sebanyak 3.714 petani sudah menerima kartu tani dari total kurang lebih 7.139 petani penerima kartu tani di Kabupaten Lumajang,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Paiman di Lumajang, Jumat.
Menurutnya program kartu tani merupakan bagian dari upaya terpadu untuk meningkatkan produktivitas pertanian, baik dengan cara intensifikasi maupun ekstensifikasi, seperti peningkatan ketersediaan air irigasi, penyediaan bibit, pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).
“Melalui program kartu tani ini, kami berharap agar kesejahteraan para petani dapat meningkat, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Lumajang juga akan tetap terjaga,” tuturnya.
Kartu tani merupakan media penyaluran bantuan sosial dan subsidi dengan menggunakan kartu multifungsi yang dikeluarkan perbankan, kartu tani berfungsi sebagai kartu tabungan dan dompet/e-wallet (combo) untuk belanja.

     “Fitur tabungan yang tertanam dalam kartu tani berupa simpanan rekening bank yang dapat ditarik secara tunai dengan jenis produk tabunganku. Adapun fitur e-Wallet seperti simpanan uang elektronik yang dapat digunakan untuk belanja barang dan dapat digunakan untuk penyimpanan bantuan dan subsidi program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan, pendidikan, elpiji, subsidi pupuk dan program pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain itu, manfaat utama kartu tani sendiri sebagai database petani yang akurat, yang juga difungsikan sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi pada agen pupuk. Dengan kartu tani, distribusi pupuk bersubsidi dapat lebih terkontrol karena akan tercatat secara ‘real time’ daring dan dapat dipantau melalui sarana dashboard yang telah disediakan.
“Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang sudah menggelar kegiatan implementasi kartu tani dan sosialisasi sistem informasi niaga PT. Pupuk Indonesia (Persero) di salah satu hotel di Kabupaten Lumajang pada Kamis (2/11),” katanya.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Lumajang Agus Eko Suprayitno selaku Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) mengatakan pihaknnya juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait yakni produsen benih, produsen pupuk, dan pembeli(off taker).
“Ketiganya sudah ada komitmen agar pelayanan kartu tani dapat terealisasi dengan cepat, agar petani tidak sulit mencari pinjaman modal, beli benih dan pupuk, sehingga tercipta transparan dan tepat sasaran dalam pendistribusian benih dan pupuk kepada para petani,” katanya.(anjas)

Leave a Reply