351 Warga OKI Daftar Polri

KAYUAGUNG, jurnalsumatra.com – Animo masyarakat yang ingin bergabung dan mengabdikan diri sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sangatlah besar. Bisa terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti penerimaan terpadu Polri tahun 2018. Seperti halnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan saat pendaftaran mulai dibuka di Mapolres OKI.

Sedikitnya, ada 351 orang dalam wilayah kabupaten tersebut yang mendaftar melalui Mapolres OKI untuk bergabung dan ingin menjadi peserta calon Taruna Terpadu Akademi Polisi (Akpol), Bintara dan Tamtama tahun 2018.

Kendati setelah diverifikasi hanya 208 orang yang lolos terdiri dari 194 orang pria dan 14 orang wanita. Dengan rincian 10 orang pria mengikuti Akpol, 164 orang pria dan 14 wanita Bintara Umum dan 20 orang pria mengikuti Tamtama.

Hal ini terungkap setelah hasil verifikasi diumumkan dan para peserta yang lolos dan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti upacara penandatanganan fakta interigritas yang dipimpin langsung oleh Kapolres OKI AKBP Ade Harianto,SH.,MH dan dihadiri seluruh Pejabat Utama Polres OKI dengan disaksikan orang tua atau wali para peserta di halaman Mapolres OKI, Kamis (12/4/2018) sekira pukul 14.00 Wib.

Pada kesempatan tersebut dalam amanatnya, Kapolres OKI AKBP Ade Harianto, SH.,MH mengucapkan terima kasih ke para orangtua dan calon peserta yang sudah menunjukkan animo demikian besar untuk mengabdikan diri melalui jalur kepolisian. Penandatanganan fakta integritas ini merupakan suatu amanat dari reformasi birokrasi Polri, dimana dalam penerimaannya, Polri berusaha untuk mencari calon-calon yang terbaik.

“Penandatanganan fakta interigritas adalah komitmen atau janji para peserta dengan ditandatangani oleh peserta tes dan orangtua. Yang mana merupakan bagian dari amanah reformasi birokrasi agar berjanji untuk melaksanakan serta mengikuti rangkaian tes secara transparan, akuntable dan tidak melakukan KKN,” ungkap Kapolres.

Selain itu, masih kata Kapolres, masuk Polri tidak dengan membayar, nepotisme dan sebagainya. Sanksi yang akan diberikan apabila melakukan upaya tersebut yaitu akan didiskualifikasi.

“Oleh karenanya, selamat berjuang, persiapkan diri, jangan lupa berdoa dan bersainglah dengan cara yang sehat. Kalaupun nanti tidak berhasil agar tetap fokus untuk merajut cita-cita lahan pengabdian yang bukan hanya di Polri,” pungkasnya. (ata)

Leave a Reply