36 Sekolah Di Kaltara Terapkan PPDB Online

    Nunukan,jurnalsumatra.com – Sebanyak 36 SMA sederajat menerapkan sistim online penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018-2019.
Ke-36 sekolah tersebut tersebar pada empat kabupaten/kota di daerah itu yaitu Bulungan, Tarakan, Nunukan dan Malinau mulai menerapkannya pada awal pelaksanaan PPDB pada 28 Juni 2018.
Hal ini diutarakan Kepala Disdikbud Provinsi Kaltara, Sigit Muryono di Tanjung Selor, Kamis terkait  PPDB online hasil kerja sama dengan PT Telkom.
Dari 36 sekolah se-Kaltara yang menerapkan sistem ini terdiri 14 tingkat SMK dan 22 tingkat SMA dengan tetap mengikuti aturan zonasi dan mengutamakan calon siswa dari penerima program keluarga harapan (PKH) dan kartu Indonesia Pintar (KIP).
Sedangkan lintas zona hanya dibatasi maksimal lima persen dari total siswa yang diterima sekolah bersangkutan.

Sigit menegaskan, mengenai jumlah siswa dan rombongan belajar akan dipatok batas maksimumnya. Apabila dilanggar maka sanksi keras akan diberikan sekolah, guru dan siswa bersangkutan.
“Sekolah wajib mengikuti aturan dari kuota yang diberikan. Apabila ada yang melanggar maka sanksi berat akan dijatuhkan,” tutur dia.
Ia menekankan, ada tiga risiko berat yang akan diberikan apabila melanggar aturan kuota yang telah ditetapkan.  Pertama, siswa yang masuk ke dalam rombel baru atau tambahan tersebut tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN).
Kedua, guru yang mengajar di rombel tambahan, tidak akan mendapatkan pembayaran tunjangan sertifikasi. Lantaran, auditor menganggapnya mengajar di kelas maya.
Ketiga, sekolah yang tidak mematuhi aturan kuota dan zonasi, tidak akan memperoleh bantuan operasional sekolah nasional (Bosnas).
“Ini karena, semuanya terakses kepada PDSPK (Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan),” katanya.(anjas)

Leave a Reply