40 Orang Anak TK Dikenalkan Tentang Pelestarian Cagar Alam Cycloop

Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Sebanyak 40 anak-anak TK Kartika VI-10 Yonif RK 751/VJS dan TK Kartika Rindam XVII/Cenderawasih dikenalkan dan diajarkan tentang pelestarian lingkungan khususnya Cagar Alam Cycloop di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

  “Ini adalah bentuk inisiasi pendidikan lingkungan untuk anak dalam rangkaian kegiatan Festival Cycloop 2019 di Rindam XVII/Cenderawasih,” kata Yayan Shopian dari Divisi Pelestarian Lingkungan Hidup Tim Kreatif Festival Cycloop ketika dihubungi dari Yogyakarta, Jumat malam.

  Menurut dia, 40-an anak-anak TK itu terlihat ceria dan gembira ketika dikenalkan tentang lingkungan dan bagaimana cara pelestariannya, khususnya di Cagar Alam (CA) Cyloop.

  “Materinya tentang pengenalan lingkungan, tentang ekosistem, hutan, danau, mengenal jenis hewan dan tumbuhan dari CA Pegunungan Cycloop sampai membahas isu-isu kekinian tentang banjir, longsor dan sampah, namun dikemas dengan cara yang ringan, mudah dipahami dan diingat oleh anak,” jelasnya.

  Lulusan S2 negeri Paman Sam (Amerika Serikat,red) ini menyebutkan inisiasi itu akan berlangsung selama dua hari, yakni 18 dan 19 Oktober 2019.

  “Jadi, sehari di kelas, satu harinya lagi belajar di lapangan agar makin menguatkan pemahaman anak tentang materi yang disampaikan,” kata Yayan.

  Secara terpisah, Kasiter Rindam XVII/Cenderawasih May/Inf/Wayan Deddy S mengaku menyambut baik, lokasi tak jauh dari Rindam digunakan sebagai Festival Cycloop, apalagi mengenalkan tentang pelestarian lingkungan kepada anak usia dini.

  “Kami menyambut dan mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh Tim Kreatif Festival Cycloop ini, apalagi memang tujuannya mulia dan berdasarkan kerelaan dan keiklasan untuk menyelamatkan Cycloop, dan inilah kegiatan yang nyata di lapangan dan kelak akan berdampak positif bagi kita dan terutama generasi yang akan datang,” terangnya.

  Festival Cycloop sendiri adalah sebuah inisiatif untuk mengkampanyekan perlindungan CA Pegungan Cycloop yang membentang dari Kabupaten Jayapura hingga Kota Jayapura.

  Kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak 2018 ini, dijalankan atau dilaksanakan oleh para relawan yang berasal dari berbagai latar belakang
  misal, pekerja seni, akademisi, antropolog, jurnalis dan pemuda, mahasiswa dan pelajar dan berbagai komunitas di Kota dan Kabupaten Jayapura.

  Festival Cycloop kali ini mendapatkan dukungan dari BNPB, Kodam XVII/Cenderawasih dan Pemda Kabupaten Jayapura, serta sejumlah sponsor yang peduli tentang CA Pegunungan Cycloop yang kian tergerus karena pembangunan dan perambahan secara tidak bertanggung jawab oleh oknum warga atau kelompok.

  “Saya kira ini, sebuah inisiatif baik yang patut diacungi jempol dan semoga bisa membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Wayan.(anjas)