597 Ribu Penduduk NTT Kategori Ekonomi Rendah

    Kupang, jurnalsumatra.com – Sebanyak 597 penduduk di Nusa Tenggara Timur masuk kategori tingkat ekonomi terendah sehingga menjadi prioritas penerima manfaat program pemberdayaan Kementerian Sosial tahun 2018.
“Pemerintah NTT bersama Dinas Sosial kabupaten/kota di NTT sedang melakukan ‘review’ terhadap data penduduk NTT yang masuk dalam klaster terendah atau tingkat kemiskinan paling rendah sehingga menjadi penerima manfaat program bantuan sosial tahun depan,” kata Kepala Dinas Sosial NTT Welem Foni di Kupang, Jumat.
Masyarakat NTT yang masuk kategori tingkat ekonomi terendah itu antara lain kelompok lanjut usia (lansia) sebanyak 53.000 orang akan mendapat bantuan Rp200.000 perorang, sedangkan penyandang disabilitas di luar panti sebanyak 1.042 orang dengan santunan Rp300.000 perbulan.
Ia menegaskan masyarakat dengan tingkat pendapatan ekonomi sangat rendah akan diakomodir melalui program keluarga harapan (PKH).
Untuk tahun 2017, di NTT terdapat 222 penerima manfaat PKH dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat sebesar Rp400 miliar lebih.

    “Tahun 2018 akan ada tambahan sebesar 220 ribu kepala keluarga penerima program PKH sehingga total sasaran program PKH di NTT tahun 2018 sebanyak 442 KK dengan alokasi anggaran sebesar Rp900 miliar lebih,” kata Foni.
Ia mengatakan selain diintervensi melalui program PKH, pemerintah juga memberikan bantuan berupa pembagian beras sejahtera (rastra) dan kelompok usaha bersama (Kube) untuk mendorong percepatan  peningkataan kesejahteraan ekonomi masyarakat  dengan tingkat ekonomi terendah.
Foni menambahkan program Kementerian Sosial untuk pengentasan kemiskinan di NTT sangat banyak sehingga diharapkan masyarakat penerima manfaat program bisa keluar dari lilitan kemiskinan.
Proses penyaluran bantuan disebutnya akan dilakukan secara transparan sehingga bantuan yang disalurkan itu tepat sasaran.
“Proses validasi data penerima bantuan di NTT perlu di-‘review’ kembali untuk memastikan bantuan yang diterima itu tepat sasaran agar jumlah warga miskin di NTT berkurang,” kata Foni.(anjas)

Leave a Reply