601 Alat Tangkap Tak Ramah Lingkungan Diganti

     Langkat, Sumut,jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara segera mengganti 601 alat tangkap ikan yang tak ramah lingkungan menjadi ramah lingkungan menindaklanjuti peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat Indra Salahuddin di Pangkalan Brandan, Kamis, menjelaskan pada 2017, Pemkab Langkat mengalokasikan dana Rp1 miliar untuk menggantikan alat tangkap ikan yang tak ramah lingkungan yang digunakan nelayan setempat.
Pada 2018, pemkab sudah mengalokasikan dana Rp2 miliar untuk menggantikan 601 alat tangkap ikan yang tak ramah lingkungan itu.
Program itu dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71 Tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penetapan Alat Penangkapan Ikan di Wilayan Pengelolaan Perikanan Negara RI.

Untuk itulah, katanya, kepada nelayan perlu diberikan pemahaman soal tapal batas kelautan agar tidak melintas batas negara lain ketika hendak melaut, sekaligus mempergunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.
Guna mendukung keberhasilan program tersebut, katanya, dilakukan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PPSDP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Indra Salahuddin berharap, pertemuan itu memberikan hasil positif bagi para nelayan Langkat sehingga tidak ada lagi nelayan Indonesia, khususnya Langkat, yang ditangkap aparat berwenang Kerajaan Malaysia karena ketidaktahuan terhadap tapal batas.
“Kita harapkan untuk kemudian hari, penangkapan nelayan yang melewati batas perairan negara lain tidak terjadi lagi,” katanya.
Berdasarkan data selama 2017-2018, tercatat 56 nelayan Langkat sudah dipulangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Malaysia, karena melanggar batas perairan saat menangkap ikan. (anjas)

Leave a Reply