665 pengawas ad hoc Bawaslu Luwu Timur dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Makassar, jurnalsumatra.com – Sebanyak 665 pengawas ad hoc Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Luwu Timur, Sulawesi Selatan mendapat perlindungan melalui beberapa program asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

  Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi di Makassar, Senin, mengatakan tenaga ad hoc meliputi panitia pengawas kecamatan (panwascam) dan staf, pengawas kelurahan desa (PKD) serta Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) juga ikut dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

  “Sesuai dengan amanat undang-undang tentang perlindungan diri dan layanan jaminan sosial, maka mereka semua diasuransikan di BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

  Ia mengatakan tenaga ad hoc Bawaslu Luwu Timur yang diasuransikan itu merupakan yang pertama di Sulsel.

  “Harapan kami, semoga tenaga ad hoc lainnya di daerah lainnya juga dapat diasuransikan seperti yang dilakukan Bawaslu Luwu Timur,” katanya.

  Ketua Bawaslu Luwu Timur Rachman Atja mengatakan sertifikat kepesertaan asuransi para peserta telah diserahkan kepada jajaran panwascam dan staf lainnya. Adapun jumlahnya, untuk tenaga PKD sebanyak 127 orang dan PTPS sebanyak 538 orang.

  Sertifikat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diserahkan langsung oleh Kepala Cabang BPJS Cabang Luwu Timur Zainuddin kepada Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi dì Kantor Bawaslu Luwu Timur.

  Pihak BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan misalnya saat terjadi kecelakaan kerja dalam perjalanan rumah ke tempat kerja sampai pulang kerja dengan tanggungan semua biaya hingga sembuh.

  Apabila pekerja mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal maka akan mendapatkan santunan kematian sebesar upah kerja dikali 48.(anjas)