67 Warga Palangka Raya Positif TB

     Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyebutkan sebanyak 67 warga kota setempat positif tuberkulosis (TB).
“Sampai triwulan kedua 2017 kami mencatat sebanyak 67 warga positif TB, dan sebanyak 41 di antaranya tercatat pada triwulan pertama tahun ini,” kata Pengelola Program TB dan HIV-AIDS Dinkes Kota Palangka Raya Imelda Eka Sinta di Palangka Raya, Kamis.
Menurut wanita yang akrab disapa Sinta ini, masih banyak warga menganggap remeh penyakit tersebut. Padahal, jika tidak segera ditangani, dapat berdampak pada kematian penderita.
Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.
Bila Tuberkulosis tidak diobati, menurut dia, lebih dari 50 persen orang yang terinfeksi bisa meninggal.
Ciri terjangkitnya penyakit itu, katanya lagi, penderita mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh setelah 2 pekan atau lebih.
Keadaan akan makin parah jika penderita juga mengalami demam dan meriang, batuk berdarah, nyeri dada, nafsu makan, dan berat badan menurun, serta berkeringat pada malam hari tanpa melakukan kegiatan.

     “Intinya jika batuk sudah sampai 2 minggu tidak kunjung sembuh walaupun sudah diobati, harus segera memeriksakan diri. Pemeriksaan dan obatnya pun diberikan gratis di puskesmas,” kata Sinta.
Jika hasil pemeriksaan pasien dinyatakan positif, penderita diwajibkan minum obat secara teratur sesuai dengan resep tanpa terlewat.
Kalau tidak diminum secara rutin, pengobatan tidak akan berhasil sehingga harus menjalani pengobatan lanjutan.
Fase awal penyembuhan TB, lanjut dia, pasien harus rutin minum obat kombinasi dosis tetap (OAT-KD) selama 6 bulan. Jika itu gagal atau tidak diminum rutin selama itu, penyembuhan akan ditambah menjadi 8 bulan dan pengobatan dihitung mulai awal lagi.
“Jadi, kunci pengobatan TB adalah berobat teratur dan tuntas. Jika tidak teratur minum obat dan masuk ke tahap ketiga, setiap hari harus mendapat suntikan selama 2 tahun, dan biasanya penderita meninggal sebelum tuntas pengobatannya,” katanya.
Untuk itu, wanita berkacamata ini meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan penyakit TB karena penyakit menular ini disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis yang sangat mudah ditularkan.(anjas)

Leave a Reply