8.776 Mahasiswa Indonesia Belajar Di AS

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Sebanyak 8.776 mahasiswa Indonesia dari total 1.078.822 mahasiswa internasional, melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat (AS) untuk tahun akademik 2016/2017.
“Kami mendorong lebih banyak pertukaran pendidikan internasional antara Indonesia dan Amerika Serikat,” kata Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia Karen Schinnerer di Kantor Kedutaan Besar AS Jakarta, Selasa.
Karen yang mengutip Laporan Tahunan Open Doors yang dipublikasikan oleh Departemen Luar Negeri AS bekerja sama dengan Institute of International Education, mengatakan jumlah itu adalah yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir dan menjadikan Indonesia berada di peringkat ke-19 sebagai negara yang mahasiswanya paling banyak belajar di AS.
Angka 8.776 mahasiswa Indonesia tersebut juga menunjukkan peningkatan sebesar 27 persen dibanding 2010.
Dari 2016 hingga 2017, 61,6 persen mahasiswa Indonesia di AS menempuh pendidikan tingkat strata satu (S1), 20 persen melanjutkan pendidikan ke pascasarjana, 13,5 persen mengikuti pelatihan praktik pilihan dan 4,9 persen mendaftar untuk program nongelar seperti bahasa Inggris atau kursus singkat.
Ada empat jurusan yang paling diminati mahasiswa internasional yang belajar di AS, yakni teknik, bisnis, ilmu komputer dan ilmu sosial. Kemudian tiga negara bagian di AS yang paling banyak menerima mahasiswa internasional, yaitu Texas, New York dan Kalifornia.
Mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di AS berkontribusi senilai 39,4 miliar dolar AS bagi perekonomian AS.
Sedangkan jumlah mahasiswa Amerika yang belajar di luar negeri meningkat empat persen dibanding tahun 2016 menjadi 325.339 mahasiswa Amerika Serikat. Sementara, jumlah warga Amerika Serikat yang belajar ke Indonesia meningkat sebesar 11,8 persen menjadi 597 mahasiswa.
Karen menuturkan ada lebih dari 4.500 universitas dan sekolah tinggi di AS yang dapat menawarkan fleksibilitas pendidikan yang lebih baik bagi orang dari negara-negara lain termasuk orang Indonesia untuk memilih universitas terbaik yang mendukung karir masa depan mereka.
Selain universitas, AS juga memiliki lembaga pendidikan community college atau setingkat pendidikan D3 di Indonesia. Community college menawarkan program dua tahun yang mengarah ke gelar Associate of Arts (AA) atau Associate of Science (AS).

    “Community college menawarkan cara hemat biaya untuk mendapatkan gelar sarjana Anda,” ujarnya.
Pelajar dapat menurunkan keseluruhan biaya gelar sarjana dengan mengambil dua tahun pertama studi di sebuah community college.
Lembaga pendidikan ini juga memiliki program teknis dan kejuruan yang memiliki hubungan dekat dengan sekolah menengah, kelompok masyarakat, dan pengusaha di masyarakat setempat.
Community college dapat menjadi jawaban bagi pelajar yang ingin menguasai keterampilan kerja khusus di mana mereka harus fokus pada satu area studi khusus untuk mendukung kemampuan mereka.
Community college juga mendorong pembicaraan terbuka yang intens antara mahasiswa dan pengajar mereka karena mereka belajar di kelas yang jumlah mahasiswanya sedikit.
“Mereka juga mendapat lebih banyak perhatian karena belajar di kelas dengan sedikit jumlah mahasiswanya dan  ketika mereka siap untuk ditransfer belajar penuh ke universitas, mereka terbukti dapat melakukannya sangat baik dalam sistem pendidikan tinggi AS,” jelas Karen.
Pelajar dapat belajar di bidang mutakhir seperti teknologi biomedis, bioteknologi, robotika, laser optik, teknologi internet dan komputer, dan sistem informasi geografis.
Community college juga menawarkan berbagai layanan pendukung dan program lintas budaya, termasuk bimbingan mengajar, konsultasi, perencanaan karir, keterampilan belajar, dan konseling yang banyak dirancang khusus untuk mahasiswa internasional.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 6 =