Aceh Barat bertekad raih inovasi layanan publik kependudukan nasional

Meulaboh, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bertekad meraih juara inovasi pelayanan publik secara nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi Republik Indonesia pada 2020.

  Inovasi yang berhasil masuk dalam kategori 99 top inovasi nasional dari Kabupaten Aceh Barat tersebut, yakni Inovasi Aklamasi Dansa atau Akta Kelahiran dan Akta Kematian Terintegrasi Dana Desa.

  “Lahirnya program dan Inovasi Aklamasi Dansa terintegrasi Dana Desa tersebut, didasarkan pada rendahnya kepemilikan dokumen akta kelahiran dan kematian oleh masyarakat,” kata Bupati Aceh Barat Ramli M.S. di Meulaboh, Jumat.

  Dia mengatakan keunikan program tersebut, yaitu masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam mengurus akta kelahiran dan kematian, karena dapat dilayani oleh petugas registrasi gampong (desa) yang tersebar di 322 desa di Kabupaten Aceh Barat.

  Ia mengatakan tentang adanya gerakan dari rumah ke rumah, dalam mengurus dokumen akta kelahiran dan kematian sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya dalam mengurus administrasi kependudukan.

  “Program ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam membalas jasa rakyat,” kata dia.

  Ramli juga menyatakan program inovasi tersebut saat ini sudah diadopsi oleh 11 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

  Ia juga berharap, program inovasi itu nantinya tidak hanya diadopsi di Aceh, akan tetapi dapat diadopsi sampai tingkat nasional.(anjas)