Ada Empat Tantangan Bangsa Indonesia

Palembang, jurnalsumatra.com – Pememerintah Pusat terus berusaha membangun manusia yang berkualitas dan melakukan pemerataan pembangunan di beebagai daerah mulai dari Sabang sampai Marauke. Kendati demikian, ada empat tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia yakni terorisme, narkoba, korupsi dan ketimpangan sosial.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya di rapat Paripurna XIX DPRD Provinsi Sumsel dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumsel ke 72 di ruang rapat paripurna, Rabu (23/5).

Tjahjo Kumolo mengatakan, dalam proses demokrasi ini, Pemerintah Pusat dibawah kepwmimpinan Joko Widodo terus berupaya dalam pembangunan manusia yang berkualitas.  Pemerintah pusat terus melamukan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomu fan sosial. “Ini dilakukan dari Sabang sampai Marauke,” ujarnya.

Namun, sambung Tjahjo ,  ada tantangan yang dihadapi bangsa. Tantangan pertama radikalisme dan teroris. Ini bukan tanggung jawab Pilri dan TNI, tapi semua elemen. “Kita lawan yang ingin mengganti Pancasila. Selain dibackup TNI juga harus didukung masyarakat. Terorisme kejahatan yang biadab. Maka perlu penangan yang luar biasa,” katanya.

Tjahjo menjelaskan, untuk pemberantasan teroris harus ada rencana operasi yang sistematis, dan punya target waktu.” Masalah terorisme ini harus di tumpas. Ini ancaman bangsa kita yang sdh merdeka 72 tahun. Ini kejahatan yang luar biasa. Kita percayakan TNI,  Polri dan Kejaksaan. Ketiga lembaga ini punya kekuatan intelejen, teritorial, dan penegakan hukum. Kuncinya optomalisasi intelejen kita,” paparnya.

Menurut Tjahjo, aksi teroris ini sulit dideteksi.  Di Amerika  yang intelennya luar biasa sulit menendeteksi.Seperti kasus bom di Surabaya, aksi teroris satu keluarga.

“Siskamling perlu digalakkan. Ada tamu harus lapor RT.  Terus berkoordinasi dengan polri. Orang yang baik kalau berdiam, maka orang jahat akan merajalela,” ucapnya.

Tantangan kedua, lanjut Tjahjo, adalah narkoba. Masalah narkoba ini sudah sangat membahayakan generasi penerus bangsa.

“Tantangan yang ketiga adalah masalah korupsi. Dalam perencanaan anggaran harus cwrmat. Masalah dana hibah dan bansos, serta pengadaan barang dan jasa. Itu area rawan korupsi,” terangnya.

Sedangkan tantangan bangsa yang keempat, lanjut Tjahjo adalah ketimpangan sosial. “Kita terus membangun. Menekan infalasi beras, daging, telur dan ayam. Selain itu, masalah gizi anak dan kematian ibu hamil termasuk tertinggi di dunia. Serta peningkatan jumlah penderita kanker serviks dan penyakit TBC,” paparnya.

Tjahjo menambahkan, Bapak Joko Widodo terus berupaya mempercepat pembangunan. Pihaknya yakin untuk menjaga keamanan yang dilakukan TNI dan Polri, juga penegakan hukum di Kejaksaan dan pengadilan semakin baik.

Selain itu, sambung Tjahjo, untuk Pileg dan Pilpres, pihaknya yakin akan kerja KPU RI dan  Bawaslu RI.” Kita lawan kampanye ujaran kebencian, sara dan fitnah.  Saya yakin Pemerintah pusat dan daerah selalu siap menerima kritik dari masyarakat. Sepedas apapun kita terima. Tapi jangan memfitnah, jangan menghujat. Bangunlah demokrasi yang bermartabat. Soal kritik apapun silahkan,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 7 =