Afnan Hadikusumo Masuk Empat Besar Calon DPD RI


Yogyakarta, jurnalsumatra.com –  Dewasa ini, Muhammadiyah masih perlu terlibat langsung dalam kontestasi politik dengan mengusung calon DPD RI.

Dan Muhammadiyah masih perlu ambil bagian. Terlebih sejak dimulainya proses berbangsa sejak zaman kemerdekaan sampai dengan sekarang Muhammadiyah terlibat langsung dan berandil besar.

Muhammadiyah masih perlu terlibat langsung dalam kontestasi politik dengan mengusung calon DPD RI. Untuk kali ketiga, Muhammadiyah DIY mengusung lagi Drs M Afnan Hadikusumo untuk maju kembali sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan DIY pada Pemilu 2019.

Di Muhammadiyah tidak ada yang namanya mencalonkan diri dan adanya dicalonkan. Dan Afnan Hadikusumo dipilih pimpinan Muhammadiyah setelah disaring dari sekian banyak calon. Afnan terpilih setelah melalui proses demokrasi ala Muhammadiyah.

Keputusan mengusung Afnan Hadikusumo itu turut dilatarbelakangi oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memungkinkan anggota partai politik (parpol) menjadi anggota DPD RI.

“Keputusan saya agar maju kembali untuk periode ketiga sebagai DPD RI daerah pemilihan DIY bukan keinginan pribadi, melainkan mandat dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta mengusung calon di luar partai politik,” terang Afnan Hadikusumo. 

Afnan menuturkan, wajar jika Muhammadiyah khawatir dengan keputusan MK yang membolehkan kader partai politik bisa maju sebagai anggota DPD.

Ia menilai, DPD RI sejatinya merupakan lembaga perwakilan daerah, yang diisi oleh orang-orang nonparpol. “Jika sudah diisi dengan orang parpol, maka diprediksi DPD RI bakal kehilangan ruh yang sesungguhnya,” kata Afnan.

Cucu salah satu pahlawan nasional Ki Bagus Hadikusumo itu, saat ini tengah berjuang bersama belasan bakal calon DPD RI lainnya.

Sebenarnya, Afnan tidak ingin maju lagi. “Sudah dua periode,” tandas Afnan.

Ternyata, hasil Musyawarah Pimpinan Wilayah Khusus PWM DIY memilihnya untuk mau dicalonkan lagi jadi wakil DIY di DPD RI. 

“Sebagai kader Muhammadiyah, ya saya harus bersedia mengemban amanat,” kata Afnan.

Namun, dari kalangan nonparpol, Afnan pun tidak sendiri. Oleh karena masih terdapat nama Gus Hilmi yang diusung Nahdlathul Ulama (NU) dan GKR Hemas (Kraton Yogyakarta).

Afnan akhirnya terpilih setelah melalui proses demokrasi ala Muhammadiyah.

Proses tersebut melibatkan seluruh pimpinan Muhammadiyah di DIY, termasuk struktur yang paling bawah. “Sebab, di Muhammadiyah tidak ada yang namanya calon mencalonkan diri. Adanya dicalonkan. Siapa yang mencalonkan? Ya mulai pimpinan Muhammadiyah dari struktur terbawah. Nah, setelah disaring dari sekian banyak, nama Afnanlah yang muncul,” ujar Afnan yang meyakini dewasa ini Muhammadiyah masih perlu terlibat langsung dalam kontestasi politik, dengan mengusung calon DPD RI.

Dalam perspektif organisasi yang telah berdiri sejak 1912 silam tersebut, bangsa ini masih perlu ditata.

Hasil kajian menyatakan, kalau Muhammadiyah masih perlu ambil bagian. Terlebih, sejak dimulainya proses berbangsa, sejak zaman kemerdekaan, sampai dengan sekarang.

Muhammadiyah selalu terlibat langsung dan berandil besar.

Afnan Hadikusumo yang pada Pemilu tanggal 17 April 2019 menggunakan hak pilihnya di TPS 17 Kauman, Gondomanan, Yogyakarta, optimis bisa menjadi senator DPD RI Dapil DIY, khususnya mewakili Muhammadiyah DIY.

Menyoal penyelenggaraan Pemilu 2019, bagi Afnan, berjalan lancar meski terdapat kendala di sana-sini. “Hal itu sesuai harapan seluruh pihak,” tandas Afnan. 

Menurut cucu Ki Bagus Hadikusumo, penyelenggaraan Pemilu 2019 ini cukup bagus. “Hanya saja ada sedikit kendala yang menyulitkan,” kata Afnan yang menambahkan kendala itu terutama bagi orang tua karena kertas suara yang besar dengan bilik yang kecil.

Pemilu 2019 kali ini, menurut Afnan, berjalan lancar. “Namun memang terlalu lama mencari calon, saya lihat ibu-ibu sepuh begitu lama sekali memilih dan melipat surat suara karena kertasnya terlalu lebar dan biliknya kecil,” kata Afnan yang menambahkan secara keseluruhan di banyak tempat sudah bagus.

Sementara itu, terkait harapan pribadinya di kontestasi Pemilu DPD RI kali ini, calon petahana tersebut mengaku optimis bisa kembali menjadi wakil masyarakat di tingkat nasional. 

Afnan sejak awal pun berharap bisa berada di bawah GKR Hemas dan menjadi salah satu di antara empat wakil DIY di DPD RI.

“Saya melihat, tingkat kompetisi saat ini semakin ketat. Tapi insya Allah tetap masuk,” kata Afnan. 

Informasi dari Tim Pemenangan Wilayah Afnan Hadikusumo pada rekap Pileg DPD RI Dapil DIY suara masuk mencapai 43 persen dengan suara sah 1.180.057.

Saat ini posisi teratas adalah GKR Hemas, disusul Hilmy Muhammad, Afnan Hadikusumo dan Cholid Mahmud. (Affan)