Agar Tak Diancam Saat Liputan

Oleh: Lubis Rahman

Wartawan JurnalSumatra. 

Miris memang jika ada wartawan yang mengkonfirmasi berita diancam baik akan ditusuk dan akan ditembak.  Padahal itu tidak perlu terjadi bila yang dikonfirmasi paham dan mengerti karena itu tugasnya sebagai wartawan. 

Agar tidak terjadi benturan yang berujung pengancaman oleh oknum yang dikonfirmasi.

Wartawan tidak perlu memaksakan bahwa harus dijawab tuntas oleh yang dikonfirmasi. Apalagi wartawan sudah punya data lengkap artinya cukup dijawab ya apa tidak. 

Sebaliknya,  yang dikonfirmasi jangan takut dan marah jelaskan saja jika memang yang dikonfirmasi itu tidak ada masalah. 

Biasanya yang terjadi wartawan memaksakan harus dijawab dengan tuntas,  sementara yang dikonfirmasi ngotot tidak mau menjelaskan dan sudah menduga bermacam-maca dengan wartawan. 

Wartawan jangan petantang- petenteng saat konfirmasi bersikapla elegan dengan yang dikonfirmasi dan jelaskan pak kami dari media ini, mau konfirmasi masalah ini,   ini ID Cardnya, jika cara seperti ini masih juga mau diancam.  Saat diancam katakan padanya pak maaf apa benar bapak mau mengancam,  jika betul bapak ngancam akan saya tulis bapak ngancam,  lalu tinggalkan yang dikonfirmasi tadi. 

Jangan sekedar ngancam kamu ku tulis,  ya tulis nian dalam bentuk berita. Man cuma gertak sambal nanti mereka tidak takut dengan wartawan, ya cuma ngancam saja. 

Biar dia kapok jangan tulis sekali,  jika memang kita diancam tulis beberapa kali dengan berbagai sumber asal dalam menjalankan tugas jurnalis sudah benar.

Sikap yang diambil sudah benar jika terjadi pengancaman laporkan pada pihak yang berwajib.(BIS)