Air Genangi Sejumlah Kawasan Di Jayapura

     Jayapura, jurnalsumatra.com – Sejumlah kawasan termasuk perumahan di Kota Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, Rabu malam, tergenang air yang bercampur dengan material sampah dan tanah akibat hujan yang turun dengan intensitas cukup lebat.
Sejumlah kawasan termasuk perumahan yang tergenang air dan material sampah itu, di antaranya di Jalan Masuk Kantor Otonom Kotaraja dan kompleks perumahan DPRD lama, depan kantor Samsat Jayapura, di Lingkaran Abepura, dan sekitar Kamkey hingga beberapa kompleks perumahan di kawasan itu.
Lalu, di Entrop tepatnya depan CV Thomas, di sekitar kompleks SMAN 4 Kota Jayapura, di jembatan Kelurahan Entrop, PTC Entrop hingga beberapa kawasan lain di pusat Kota Jayapura.
Selain air dan material tanah, batu, kerikil dan sampah yang memenuhi sejumlah ruas jalan dan kompleks perumahan, terdapat juga beberapa kendaraan roda dua diparkir terjebak karena genangan air yang tinggi.
Seperti di depan Agro Segar Abepura, ada beberapa sepeda motor yang tidak sempat dipindahkan oleh pemiliknya. Sedangkan pada ruas jalan raya di depan kantor Otonom dan BPJS Papua, sejumlah kendaraan terpaksa menepi karena luapan air dari drainase memenuhi badan jalan hingga mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Pada ruas jalan Kompleks Perumahan BTN Kampkey, Distrik Abepura yang berada di ketinggian juga nampak material air, pasir, batu, kerikil dan sampah memenuhi jalan.
“Ini harus jadi perhatian dari instansi terkait, karena tiap kali hujan deras, sudah pasti jalan kebanjiran, sehingga air drainase meluap ke jalan,” kata Hans, salah satu warga Kampkey.
Padahal, kata dia, di kompleks yang berbatasan langsung dengan TPU Tanah Hitam tersebut banyak pejabat dari instansi terkait yang tinggal, tetapi hal itu kurang mendapat perhatian, terkesan dibiarkan.
“Harapannya, saluran drainase bisa dilebarkan dan ruas jalan ditinggikan, sehingga air dari got tidak meluap ke jalan. Nah, seperti malam ini, banyak material pasir, batu dan kerikil bercampur sampah. Sudah pasti besok pagi terlihat kotor,” katanya mengeluhkannya.
Hans berharap intansi terkait dari Pemerintah Kota Jayapura bisa turun melihat langsung persoalan yang sedang terjadi, sehingga hal itu tidak terulang kembali.
“Harapannya, warga Kampkey juga bisa bergotong royong untuk bersihkan saluran drainase dari sampah, pasir, kerikil dan bantu yang menumpuk serta tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply