Akses Jl SP I Sampai SP VI Nyaris Jadi Kubangan

Lahat, jurnalsumatra.com – Akses jalan warga Desa Suka Makmur Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, terutama diwarga Eks Transmigrasi, selain mengalami kerusakan parah juga nyaris menjadi kubangan babi.

Hancurnya jalan ini, diduga kuat oleh aktifitas kendaran Dump Truck yang melintas baik membawa material Galian C ataupun hasil buah sawit yang kapasitasnya sudah melebihi tonase milik perusahan London Sumatera (Lonsum) dan disnyalir PT Pertamina.

Kerusakan jalan yang sudah cukup lama itu, belum adanya perbaikan dari dana Pemerintahan Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat, maupun dana aspirasi DPRD Lahat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III.

“Akibat kerusakan jalan yang ada, memuat warga Eks Transmigrasi dari SP I sampai dengan SP VI tidak bisa membawa hasil kebunnya. Karena medan jangan apalagi memasuki hujan sangat becak sekali seperti kubangan lumpur untuk ternak babi,” ungkap Kepala Desa (Kades) Suka Makmur Risansi, kemarin.

Tidak bisa dipungkiri, sambungnya, untuk tahun 2020 ini bukan membawa berkah melain kesensaraan bagi warga Eks Transmigrasi karena akses jalannyang selama ini rusak kian parah dan seperti kubangan akibat lalu lalangnya mobil Truck pengangkut batu.

“Puluhan mobil setiap harinya melintas dilokasi. Sehingga, menyebabkan akses jalan yang ada kerusakannya kian parah dan terkesan kubangan babi. Saya selaku Kades dan warga yang ada, tidak pernah mengetahui diantar kemana material itu,” tanya Kades.

Ketua BPD Desa Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat juga menyesalkan oleh aktifitas hilir mudiknya puluhan mobil dump truck yang melintas mengangkut material.

“Sudah cukup lama, kami menahan kerusakan akses jalan yang ada. Sedangkan, dari perusahaan tidak ada yang peduli. Status jalan desa ini adalah jalan Transmigrasi bukan jalan perusahaan milik PT. Lonsum maupun PT. Pertamina,” cetusnya.

Maka dari itu, Ia berharap ada ketegasan dari Pemerintahan Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat untuk dapat menegur. Karena dari aktifitas yang ada warga Transmigrasi SP, SP I, SP III, SP IV, SP V, dan SP VI.

“Benar, kalau janji akan diperbaiki jalan tersebut sudah banyak terutama pejabat pejabat yang saat ini duduk dikursih empuk. Apalagi ketika masuk masa kampanye baik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun pemilihan calon anggota Legislatif selalu kami diharapan dan angin segar. Namun, kenyataannya tidak pernah ada realisasinya,” pungkasnya.

Mirisnya lagi, katanya, yang terjadi saat ini bukan akses jalan yang mulus malah sebaliknya, jalan menjadi seperti bubur dan kubangan. Dampak dari genangan air ditambah melintasnya kendaraan Dump Truk setiap hari bisa mencapai tak kurang 50 unit.

“Bagaimana jalan tidak hancur, kalau dilewati kendaraan dump truck setiap hari. Akibatnya, warga yang akan menjual hasil kebun menjadi terhambat, dikarena medan jalan kerusakan kian parah. Ya, janji tinggal janji seperti inilah kami warga masarakat kecil, tidak akan diperhatikan,” keluhnya.

Sementara, Jendral Manager (JM) PT Lonsum, Aris saat dikonfirmasi membantah. Dirinya mengaku jalan rutin terus diperbaikan oleh PT London Sumatera (Lonsum) kerusakan jalan juga dikarenakan tumburan hujan dalam sepekan ini.

“Musim hujan, mengakibatkan akses jalan yang ada tambah rusak. Dan, rusaknya jalan itu, tidak hanya PT Lonsum yang pake, tapi juga dilewati truk truk sawit milik masyarakar yang jual buah keluar Lahat,” kilahnya.

Ia menjelaskan, untuk truck truck Tandan Buah Segar (TBS) dari masyarakat disnyalir juga ikut terlibat dalam hancurnya akses jalan yang ada. ” Terus terang, kerusakan jalan tersebut juga oleh truck truck warga SP I, SP II, SP III dan Gumay Talang yang lewat bawa TBS jual keluar Lahat, jangan kita perusahaan yang dijadikan kambing hitam,” cetus Aris. (Din).