Alfian Jamrah Mengemas Buku Model

Tanahdatar, Sumbar, Jurnalsumatra.com – Mengemas buku model “Tau Jalan Nan Ampek” dalam acara FGD (Forum Grup Discussion) di Aula Batperlitbang setempat, Senin (17/2/2020). Oleh Kepala Baperlibang Tanah Datar Drs.Alfian Jamrah, M.Si.

Alfian Jamrah yang akan menyelesaikan Prigram Pasca Sarjana Srata 3 (S3) atau Program Doktor di Universitas Negeri Padang. Buju yang dikemas model Tau Jalan Nan Ampek adalah disamping untuk membangun karakter babgsa juga untuk persyaratan penyelesaian Prigram S3.

“Sebuah peradaban akan maju apabila masyarakat pendukungnya memiliki karakter yang baik. Sebaliknya, akan mengalami kehancuran apabila tidak berkarakter”. Pada dasarnya, karakter seseorang terbentuk, karena perkembangan “dasar” yang terpengaruh “ajar “. Ujar Alfian.

Mengingat pentingnya karakter yang kuat bagi pembangunan sebuah peradaban bangsa, para pejuang, cendekiawan dan pendiri negara Indonesia jauh sebelum kemerdekaan sudah memikirkan program pendidikan yang dapat melahirkan insan-insan yang berkarakter kuat. Katanya

Ditambahkan lagi, dalam bahasa Minang Kabau terdapat langgam kata atau langgam kato, semacam kesantunan berbahasa atau tata

krama sehari-hari antara sesama orang Minang, sesuai dengan status sosial masing-masing. Hal ini bukan berarti ada bahasa bangsawan dan bahasa rakyat, tetapi perbedaan pemakaiannya ditentukan dengan siapa lawan bicara. Ucap Alfian Jamrah.


Ada empat langgam yang dipakai orang Minang, masing-masing jalan mandaki (mendaki), jalan malereang (melereng), jalan manurun (menurun) serta jalan mandata (mendatar). Jalan dipahami bukan sekedar menurut ilmu bahasa, melainkan seluruh yang diucapkan manusia seperti ajaran, nasihat perbincangan, perundingan bahkan hukum dan peraturan.

Hadir juga dalam kesempatan itu para pakar, masing-masing pakar adat Irsal Veri Idrus Dt.Lelo Sampono, pakar pendidikan Drs.Arpinus dan Inhenri Abas, S.Pd, MM, Koordinator Pngawas SMA/SMK Tanah Datar Drs.Rosfairil,sejumlah guru dan wartawan Tanah Datar.(Myt)