Ali Mazi: Urut Satu Angka Wahid

     Kendari, jurnalsumatra.com – Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi yang berpasangan dengan Lukman Abunawasn sebagai wakilnya menyatakan angka satu yang diperolehnya saat penarikan nomor urut pasangan memiliki makna  bahwa angka satu  merupakan angka bagi dirinya memiliki keistimewaan dibanding dengan angka-angka lainnya.
“Angka nomor satu mempunyai makna tersendiri, bila dilihat dari sisi filosofis angka satu merupakan angka rahmat dari Allah SWT bagi saya,” kata Ali Mazi di Kendari, Rabu.
Sebelumnya, pada Selasa (13/2) malam, oleh KPU Provinsi bersama Bawaslu sebagai pengawas penyelenggara pilkada melakukan rapat pleno terbuka terkait pengundian nomor urut yang dihadiri Plt Gubernur Sultra HM Saleh Lasata, Kapolda Brigjen Pol. Andap Budi Revianto dan Danrem, mewakili Kajati dan para pimpina SKPD dan pimpinan partai politik di salah satu hotel.
Menurut mantan gubernur Sultra periode 2002-2007 itu mengatakan, angka nomor satu menjadi keberuntungan bagi dirinya dan wakil Lukman Abunawas, sebab angka satu mudah disosialisasikan di masyarakat dan mudah diingat.

“Dua periode saya menjadi Bupati Kolaka Utara, dan saat pencabutan nomor urut pasangan calon Bupati saat ini selalu mendapat nomor tiga,” kata Rusda Mahmud yang berpasangan dengan Sjafei Kahar sebagai calon wakil gubernur.
Bahakan dari tim sukses berakronim “AMAN” itu menyebutnya bahwa angka satu bila para pemilih mau jujur dan lurus maka tidak salah lagi untuk memiliki angka satu.
Pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas yang diusung Partai Golkar dan Nasdem itu, yakin akan meraih suara terbanyak, apalagi kedua pasang cagub dan cawagub untuk lima tahun ke depan itu telah memiliki bukti nyata keberhasilan membangun Sultra dengan dua icon di Kota Kendari yakni Bandara Haluoleo dan menara persatuan tugu leligi yang ada di Kota Kendari.
Sementara Lukman Abunawas yang menjadi cawagub, merupakan pejabat birokrasi senior Sultra dengan jabatan sebagai Sekda Provinsi dan mantan bupati Konawe dua periode itu menjadi harapan dan simbol untuk meraih suara terbesar baik di wilayah daratan maupun wilayah kepulauan di Sultra.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 18 =