Alokasi Dua Jenis Pupuk Bersubsidi Tulungagung Berkurang

     Tulungagung, jurnalsumatra.com – Alokasi dua jenis pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada tahun anggaran 2018 dipastikan lebih sedikit dibanding jatah 2017 akibat serapan rendah tahun lalu.
“Pupuk bersubsidi yang mengalami pengurangan adalah NPK/Phonska dan Sp36,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Tri Widyono Agus Basuki di Tulungagung, Selasa.
Pada tahun 2017, Tulungagung mendapatkan NPK/Phonska 19.550 ton, sedangkan pada 2018 mendapatkan alokasi sebesar 18.067 ton atau ada pengurangan sebesar 1,483 ton.
Sedangkan untuk pupuk Sp36 yang pada tahun sebelumnya 1.741 ton, untuk tahun ini sekitar 1.717 ton atau mengalami pengurangan sekitar 24 ton.

Okky, sapaan akrab Tri Widyono, menambahkan, selain ada beberapa alokasi pupuk yang dikurangi juga ada jenis pupuk yang mengalami kenaikan dalam alokasi tahun ini.
Misalnya, urea yang pada tahun sebelumnya tercatat sebesar 27.701 ton, untuk tahun ini mendapatkan tambahan sebesar 215 ton menjadi 27.916 ton, kemudian ZA yang sebelumnya mendapatkan 10.646 ton, pada tahun menjadi 11.414 ton atau naik sekitar 768 ton.
Kenaikan yang cukup banyak pada jenis pupuk organik, dari sebelumnya sekitar 12.648 ton kini menjadi 14.741 ton atau mengalami kenaikan sekitar 2.093 ton.
Okky mengakui pengurangan alokasi pupuk bersubsidi ini disebabkan serapan yang rendah oleh petani pada 2017.
“Ada sekitar 1.000 ton pupuk jenis NKP/Phonska yang tidak tertebus atau tidak diambil oleh petani,” katanya.(anjas)

Leave a Reply