Alokasi Pupuk Bersubsidi Untuk Trenggalek Turun Pada 2019

Trenggalek, jurnalsumatra.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memastikan alokasi pupuk bersubsidi untuk daerah itu pada tahun anggaran 2019 menurun, yakni dari jatah alokasi 29.170 ton pada 2018 menjadi 28.700 ton.
“Usulan kami berdasarkan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) tidak semua dipenuhi oleh Pemerintah Pusat, sehingga pada tahun depan ada selisih sekitar 470 ton lebih dibandingkan tahun ini,” kata Kasi Prasarana Dispertapan Trenggalek Sadriyati di Trenggalek, Selasa.
Sadriati memastikan pengajuan seluruh usulan RDKK sudah sesuai usulan masing-masing kelompok tani dari setiap daerah.
Dari situ, rangkuman usulan RDKK oleh Dispertapan diteruskan ke Pemerintah Pusat, hingga ditentukan berapa alokasi pupuk bersubsidi.
Namun nyatanya tidak semua usulan disetujui, sebab dari jumlah total alokasi pupuk tersebut, tiap jenis pupuk mendapatkan alokasi yang berbeda yang ditentukan berdasar kebutuhan petani.

Seperti terlihat pada rencana alokasi pada 2019 dimana untuk pupuk jenis urea sebanyak 12.006 ton, SP-36 856 ton, ZA 2.200 ton, NPK 11.030 ton, dan organik 2.608 ton.
Sedangkan pada tahun ini jatah pupuk meliputi urea sebanyak 12.560 ton, SP-36 855 ton, ZA 2.065 ton, NPK 11.830 ton, dan organikĀ  1.860 ton.
Sehingga beberapa jenis pupuk mengalami kenaikan, dan juga penurunan, sebab setiap usulan pupuk memiliki presentasi persetujuan yang berbeda.
Dengan rencana alokasi itu, apabila pada pelaksanaan nantinya terjadi kekurangan pada akhir tahun kemungkinan ada penambahan alokasi pupuk.
Hal ini dengan catatan ada pengusulan yang juga melalui RDKK, juga ada alokasi pupuk di daerah lain yang tidak diserap.
“Penambahan alokasi pupuk mungkin terjadi, seperti pada 2018 ini yang mendapatkan alokasi tambahan akibat peralihan alokasi dari daerah di Pulau Sumatra yang tak terserap, namun untuk kepastiannya pada 2019 dapat atau tidak kami tunggu saja,” katanya.(anjas)

Leave a Reply