Alpirmansyah Bantah Ijazahnya Aspal

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Oknum kepala desa (Kades) Desa Padang, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, Sabtu (7/7/2018), kemarin saat disambangi oleh Wartawan dikediamannya membantah, terkait dugaan Ijazah Paket B miliknya asli tapi palsu (Aspal).

Bahkan, diakui ALPIRMANSYAH dengan lantang mengaku ketika Team Investigasi mencoba konfirmasi terkait dugaan Ijazah Palsu yang digunakannya saat pemilihan calon kepala desa (Kades) Desa Padang, Kecamatan Gumay Ulu.

“Itu tidak benar. Kalau memang Ijaza tersebut bermasalah, sudah selama ini mungkin Panitia Pildes telah menyetop dan menerangkan Ijaza itu Palsu. Semua ini, mungkin tidak terimanya lawan politik saya dulu, ” kilah Kepala Desa (Kades)  Desa Padang, Kecamatan Gumay Ulu, ALPIRMANSYAH.

Ia tidak menapik, terkait persoalan dugaan Ijaza Aspal tersebut, sebelumnya sudah pernah mencuat sekitar bulan Noverber 2017 lalu, ketika dirinya maju di Pemilihan Kepala Desa (Pildes) Desa Padang, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat.

“Saat itu, saya sudah dipanggil oleh berbagai pihak terkait, guna untuk memberikan penjelasan atas dugaan Ijazah Aspal yang dilaporkan warga saya sendiri, ” tuturnya lagi.

Terus terang, diakui Oknum Kades yang baru beberapa bulan menjabat ini, awal persoalan itu mencuat kepermukaan dirinya sudah mengkoordinasikannya. Namun, keluarga menyarankan dirinya akan mundur dari jabatan Kades Desa Padang, apabila sudah ada keputusan dari pihak Pengadilan.

“Sudah saya jelaskan kepada keluarga maupun warga yang mendatanginya. Jadi, sekarang ini intinya saya Pasrah saja dan apabila ada keputusan Pengadilan saya siap mundur dari jabatan Kades, ” terangnya.

Menurutnya, wajar kalau warga mempertanyakan keapsahan Ijazah paket B tersebut, karena disitu tidak dicantumkan Tanggal dan hasilnya menggunakan tulisan tangan. “Sebenarnya, ijazah paket B saya itu kendalanya belum selesai. Dikarenakan pencalonan Kades sudah dekat dan mendesak, akhirnya diterbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dari pihak penyelenggara Paket B, maka ketika itu tidak dicantumkan tanggal di Ijazah yang dimaksud, ” imbuhnya lugas.

Oleh sebab itu, sambung ALPIRMANSYAH, bukan saya menggelak dari persoalan ini. Akan tetapi, dirinya tidak merasa Ijazah paket B tersebut Palsu. Silakan bagi warga yang ingin menggugat terkait dugaan itu.

Kasus dugaan pemalsuan Ijazah ini mencuat, saat warga Desa Padang, Kecamatan Gumay Ulu, berinisial MCD menceritakan dengan Wartawan bahwa Ijazah Pendidikan Kesetaraan Program Paket B, dengan nomor Pokok Sekolah Nasional P2966448, dengan nomor Induk Siswa 0731, nomor Induk Nasional 0958424612, nomor peserta ujian nasional B.17-11-08-008-010-7 yang digunakan Alp sebagai persyaratan pencalonan Kades diduga kuat palsu.

Ketika Pildes hendak berlangsung, kata MCD, dirinya sudah mengajukan keberatan atas dugaan ijazah palsu tersebut. Namun, tidak dihiraukan oleh Panitia Kepala Desa. Lalu, persoalan itu, saya laporkan keDinas BPMDes dan Inspektorat Lahat agar ditunda pelantikannya, lagi lagi laporan dirinya terkesan tak didengarkan.

“Terakhir, MCD langsung mengecek ditempat ALPIRMANSYAH Belajar di Pokja PKBM Tembeling Sakti dan pihak PKBM Tembeling Sakti mengungkapkan melalui surat pernyataan secara resmi pihak PKBM Tembeling Sakti tidak pernah mengeluarkan blangko Ijazah atas nama tersebut, ” tegasnya, seraya memintak kepada pihak penegak hukum agar dapat menindaklanjuti kasus dugaan Ijazah Aspal ini sampai terlihat ada titik terang. (Din).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 2 =