Amirul Hajj Kunjungi Pondokan Jamaah Hingga Shalat Di Masjidil Haram

Mekkah, jurnalsumatra.com – Delegasi Amirul Hajj yang dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi beberapa pondokan jamaah di Mekkah dan menaiki bus shalawat sampai Masjidil Haram untuk kemudian menunaikan shalat maghrib.

  Amirul Hajj sebagai penanggung jawab misi haji Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi pondokan jamaah yang terletak di wilayah Jarwal, Mekkah, Kamis.

  Di pondokan itu tinggal jamaah yang berasal dari Embarkasi SOC atau wilayah Jawa Tengah meliputi Purworejo, Klaten, Yogyakarta, dan sekitarnya.

  Pada kesempatan itu, Menag meninjau beberapa kamar jamaah dan berdialog singkat dengan jamaah. Setelah itu, ia berbincang dengan petugas kesehatan dan meninjau fasilitas mushalla di dalam hotel tersebut.

  Menag kemudian meninjau restoran dan melihat menu katering untuk makan siang.

  Ia mengatakan bersyukur karena jamaah banyak yang merasa nyaman dengan layanan haji tahun ini.

  “Alhamdulillah sore hari ini bersama sejumlah delegasi Amirul Hajj, mengunjungi hotel yang didiami jamaah haji kita dari SOC 32-33 dari Jateng sebagian dari Kabupaten Purworejo, dari Kabupaten Sleman, dari Yogyakarta dan alhamdulillah saya sudah melihat kamar-kamar yang mereka diami, menanyakan berbicara kepada sebagian jamaah untuk mendapatkan apa yang mereka rasakan sejauh ini,” katanya.

  Kepada Menag, jamaah mengaku tak memiliki keluhan berarti. “Saya bersyukur mereka merasa nyaman makanan yang kita bagikan yang kita distribusikan itu secara umum mereka tidak ada keluhan, bahkan mereka merasa cukup sesuai dengan selera mereka kemudian jumlahnya juga cukup memadai, kamarnya juga dirasa cukup nyaman,” katanya.

  Terkait fasilitas mushalla dan bimbingan haji yang diberikan petugas, jamaah juga mengaku mendapatkannya dengan memadai.

  “Saya juga melihat mushalla tempat mereka melakukan shalat melakukan bimbingan ibadah haji jadi cukup memadai juga,” katanya.

  Lukman menegaskan sejauh ini hotel yang dipilih oleh tim perumahan haji untuk menempatkan jamaah Indonesia relatif baik.

  “Begitupun dengan petugas kloter, dokter dan para medisnya mereka merasa bahwa obat-obatan cukup dan sejauh ini keluhan-keluhan jamaah masih dalam batas toleransi artinya jamaah tetap komplit tidak ada yang dirawat di klinik kesehatan dan itu artinya penanganan kesehatan masih bisa tercover oleh dokter dan paramedis yang menyertai kloter. Itu salah satu yang kita syukuri,” katanya.

  Setelah dari wilayah Jarwal, delegasi Amirul Hajj melanjutkan perjalanan ke pondok jamaah yang terletak di kawasan Misfalah.

  Tak berapa lama kemudian, mereka ke Masjidil Haram hingga waktu shalat Maghrib.(anjas)