Anggaran Pembentukan Koperasi Syariah Belum Habis Terserap

     Mataram, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Nusa Tenggara Barat H Lalu Saswadi mengatakan anggaran untuk membiayai pembuatan akta notaris pembentukan koperasi syariah tahun 2017 belum habis terserap hingga menjelang akhir tahun.
“Kami sudah membayarkan pembuatan akta notaris pembentukan sebanyak 44 koperasi syariah. Namun anggaran yang masih tersisa Rp200 juta untuk pembentukan 100 koperasi lagi tahun ini,” kata Saswadi, di Mataram, Jumat.
Ia menyebutkan biaya pembuatan akta notaris sebesar Rp2 juta untuk satu koperasi syariah. Dana tersebut dialokasikan dari APBD setiap tahunnya.
Pihaknya sudah membentuk sebanyak 261 koperasi syariah sejak tahun 2014, termasuk 44 lembaga yang  terbentuk pada tahun 2017.
Menurut Saswadi, pengalokasian dana subsidi melalui APBD untuk pembuatan akta notaris sebagai bagian dari program pembentukan 500 koperasi syariah hingga 2018 atau akhir periode kedua kepemimpinan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi.

     “Target tersebut harus tercapai hingga akhir Oktober 2018,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Lombok Barat ini.
Ia meyakini target yang sudah ditetapkan akan bisa tercapai karena ada puluhan koperasi syariah di kabupaten yang sudah terbentuk, namun belum memperoleh akta notaris.
Misalnya di Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 70 lembaga sudah terbentuk. Selain itu, 17 koperasi syariah bentukan Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang ada di NTB.
“Yang di Lombok Tengah sudah diusulkan. Kalau akta notaris koperasi syariah DMI sedang dalam proses. Kami masih menunggu laporannya dari notaris,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar mengarahkan masyarakatnya membentuk koperasi syariah sehingga mendapatkan dana subsidi pembuatan akta notaris.
Dinas Koperasi dan UMKM NTB juga menggandeg pondok pesantren dan tokoh ulama untuk mengembangkan koperasi berbasis syariat Islam sesuai dengan kultur dan mayoritas penduduk muslim di NTB.(anjas)

Leave a Reply