Anggota DPD: Pemerintah Siapkan Generasi Emas 2045

   Karimun, Kepri, jurnalsumatra.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) dari Provinsi Kepulauan Riau, Hardi Selamat Hood mengatakan, pemerintah tengah berkonsentrasi pada dunia pendidikan untuk mempersiapkan generasi emas pada 2045.
“Pemerintah tengah berkonsentrasi meningkatkan kualitas pendidikan untuk menyiapkan generasi emas bangsa ini pada 2045 mendatang,” kata dia dalam seminar kebangsaan dengan mengusung tema “Menuju Generasi Emas Indonesia 2045” di Gedung Nilam Sari, Kantor Bupati Karimun, Kamis.
Hardi Selamat Hood mengatakan, pemerintah juga sedang berupaya menyosialisasikan ke berbagai penjuru negeri ini, khususnya kepada para guru tentang substansi berkebangsaan, dengan tujuan agar tenaga pengajar tersebut dapat menerapkan disiplin ilmunya kepada anak didik.
“Di beberapa negara maju telah lama sekali menerapkan pendidikan karakter, terutama tentang adab dan akhlak,” katanya.
Maka menurutnya, tidak heran jika negara-negara yang dimaksud dapat dengan cepat menguasai dunia di berbagai peluang, hal tersebut disebabkan karena kecerdasan karakter yang dimiliki oleh masyarakatnya itu sendiri.
“Di Jepang tidak ada sekolah unggulan, karna disana semua unggul sesuai dengan spesifikasi masing-masing,” katanya.
Hal inilah yang mendorong pemerintah untuk segera membentuk karakter dan adab generasi mudah mulai dari sekarang, dengan harapan jika anak yang dimaksud telah beranjak dewasa, maka generasi tersebutlah yang kelak memimpin negeri ini.
Bersamaan dengan itu, dirinya lebih mengutakamanan pendidikan etika dan adab, dimana menurutnya tidak semua negara yang mempunyai karakter beradab dan beretika.

    “Kalau kita ingin melawan kecerdasan mereka, kita jelas kalah dengan negara-negara tersebut, jika kita ingin melawan dengan teknologi, kita juga kalah dengan negara-negara tersebut. Kita harus melawan dengan karakter asli kita sendiri,” katanya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Karimun Muhammad Firmansyah mengatakan, pemerintah setempat pada dasarnya sangat mengapresiasi keinginan dari pemerintah pusat tersebut.
Pemerintah daerah juga tengah berkonsentrasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Sebagaimana dengan amanah pemerintah pusat, dimana 20 persen dari APBD harus dialokasikan ke dunia pendidikan, dan Kabupaten Karimun sendiri telah melebihi 20 persen,” katanya.
Menurutnya, seminar kebangsaan tersebut jangan hanya slogan belaka, lebih dari pada sebuah perbuatan yang dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut, terlebih para guru nantinya akan lebih ekstra lagi dalam membentuk karakter anak didiknya.
“Terlebih saat sekarang ini, tantangan para guru sangat luar biasa, keberadaan smartphone memang cukup menjadi saingan tersendiri,” katanya.
Meskipun demikian, menurutnya hal tersebut bukan menjadi suatu masalah, bahkan perkembangan tehnologi menurutnya dapat dijadikan sarana untuk mempermudah kerja para guru.
“Tinggal kita lagi yang menentukan, akan dijadikan lawan atau kawan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 10 =