Angin Kencang Robohkan Rumah Penduduk Sabu Raijua

     Kupang, jurnalsumatra.com – Hujan deras disertai angin kecang yang melanda wilayah Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan merobohkan sejumlah bangunan rumah penduduk.

Kepala Pelaksana BPBD Sabu Raijua, Pither Mara Rohi melalui pesan WhatsApp, Jumat mengakui terjadinya hujan disertai angin kencang dan merusak beberapa rumah penduduk pada Kamis, (14/12) petang.

Kerusakan bangunan rumah penduduk tersebut terjadi di Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua.

“Tim sementara berada di lapangan untuk melakukan pendataan, tetapi dari laporan sementara ada rumah warga yang roboh rata dengan tanah,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah mengirim alat berat ke lokasi karena berdasarkan laporan, ada bangunan rumah yang tertindis pohon lontar.

Aktifkan posko Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus secara terpisah, mengatakan semua posko menyebar di 22 kabupaten/kota telah diaktifkan 24 jam untuk penanggulangan kemungkinan terjadi bencana selama musim hujan.

“Semua posko kami sudah siaga 24 jam untuk memastikan penanggulangan bencana bisa dilakukan secara cepat mengingat daerah ini sudah mulai memasuki musim hujan sehingga rawan terjadi bencana,” kata Tini Thadeus.

Ia mengatakan, posko-posko yang menyebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu sudah lengkap dengan struktur atau personil BPBD yang siap diterjunkan ke lapangan.

Selain itu, katanya, keberadaan setiap posko dilengkapi pula dengan berbagai sarana dan prasarana dasar untuk mobilisasi seperti mobil ranger, sepeda motor, maupun radio komunikasi dan sejumlah peralatan dasar lainnya.

“Jadi semua armada kami siap baik di provinsi dan daerah tetap untuk berjaga-jaga bahkan masa hari raya natal dan tahun sehingga jika terjadi bencana bisa segera ditanggulangi,” katanya.

Tini mengatakan, BPDB provinsi juga telah menyalurkan bantuan logisitik ke setiap posko untuk disimpan sebagai persediaan dalam mengantisipasi bantuan bencana.(anjas)

Leave a Reply