APD Sumbangan Masyarakat Kalsel Sangat Dibutuhkan

Banjarmasin, jurnalsumatra.com – Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis yang menangani pasien virus corona kini persediaannya terbatas, sehingga sumbangan dari masyarakat sangat dibutuhkan pemerintah.

  “Perhatian dan kebersamaan dalam penanganan COVID-19 adalah hal utama saat ini. Masyarakat punya peran sebagai penyokong bantuan ketersediaan APD yang kini sangat diperlukan,” kata Kasubbid Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Hasan Baseri di Banjarmasin, Senin.

  Untuk itulah, dia mewakili Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyediaan APD baik berupa baju hazmat suit yang menjadi standar penanganan pasien virus corona hingga masker dan APD pelindung wajah.

  “Semua dokter dan perawat yang menjadi garda terdepan membutuhkan APD, termasuk petugas penyemprotan cairan disinfektan,” ucapnya.

  Sedangkan bantuan dari Pemerintah Pusat baik Kementerian Kesehatan dan pihak lainnya, sudah beberapa kali juga diterima Tim Gugus Tugas COVID-19 di Kalsel.

  Hasan mencatat ada tiga kali pengiriman bantuan APD yang diangkut menggunakan Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pertama 2.000 pcs, kedua sebanyak 3.000 pcs dan terakhir ada 10.000 pcs.

  “Semuanya sudah kami salurkan ke rumah sakit rujukan penanganan pasien virus corona. Faktanya, APD masih saja kurang lantaran kebutuhannya terus meningkat dari hari ke hari. Apalagi banyak APD yang sifatnya hanya sekali pakai,” tandasnya.

  Adapun bantuan terbaru yang diterima Tim Gugus Tugas COVID-19 di Kalsel yaitu dari pemilik Piramyd Suites Hotel Banjarmasin Herris Salim berupa 500 APD baju hazmat suit tipe 100 gram untuk disalurkan ke lima rumah sakit rujukan COVID-19.

  Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, dan Penanganan COVID-19 Kalsel Dr H Muhammad Muslim mengatakan, hingga Senin petang ada 34 kasus terkonfirmasi positif pasien virus corona, tiga  di antaranya sembuh dan 4 meninggal dunia. Sedangkan Pasien Dalam Perawatan (PDP) 27 orang dan Dalam Pengawasan 15 pasien.(anjas)