Api Asian Games Dibawa Ke Puncak Candi Tinggi

Muaro Jambi, jurnalsumatra.com – Api Asian Games 2018 setibanya di Jambi, Jumat langsung dibawa ke puncak Candi Tinggi yang berada di situs purbakala percandian Muaro Jambi sebagai rangkaian perjalanan api yang dibawa dari New Delhi, India itu.
Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno membawa api dalam Tinder Box yang sebelumnya dibawa dari Bandara Sultan Thaha Jambi.
Api selanjutnya dibawa lari di komplek purbakala sebelum diserahkan ke Bupati Muaro Jambi, Masnah Busyroh yang sudah menunggu di puncak candi.
Serah terima dilakukan dengan cepat di salah satu candi yang berada dalam situs agama budha terbesar Sumatera itu.
Wakil Bupati Muara Jambi secara resmi menyerahkan api ke Bupati Muaro Jambi. Setelah itu api dikembalikan ke perwakilan INASGOC.
“Kami sangat bangga menjadi bagian dari Asian Games 2018 meski hanya sebatas dilalui apinya. Ini adalah sebuah perhargaan bagi kami yang berada di Muaro Jambi,” Bupati Muaro Jambi, Masnah Busyroh saat dikonfirmasi.

Selama dalam perjalanan menuju komplek Muaro Jambi, sambutan dari masyarakat terutama anak sekolah luar biasa. Mereka sejak pagi sudah memadati jalan yang bakal dilalui api Asian Games 2018 itu dengan membawa bendera dan spanduk dukungan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang juga berperan dalam mensukseskan kegiatan ini. Doa kami semoga Indonesia sukses pada Asian Games nanti,” kata Bupati menambahkan.
Situs purbakala kompleks percandian Muaro Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara, dengan luas 3.981 hektar yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.
Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi.
Candi Muaro Jambi diperkirakan berasal dari abad ke-11 M dan lokasi tersebut merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera.
Sejak 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah diusulkan ke UNESCO untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia.
Setelah dari Candi Muaro Jambi, obor selanjutnya di bawa ke Kota Jambi dan dikirab keliling kota.
Persiapan juga sudah dilakukan termasuk penetuan siapa saja yang akan membawa obor kejuaraan empat tahunan paling bergengsi di Asia atau satu level dibawah olimpiade itu.(anjas)

Leave a Reply