Asal Mula Lomba Bidar Menurut Sejarah dan Legenda

Palembang, jurnalsumatra.com – Oleh : Hj Anna Kumari (Pelestari Budaya  Palembang ,Maestro Tari Sumsel) ASAL mula perlombaan Bidar di Sungai Musi adalah tradisi Palembang yang tidak pernah punah, sejak beberapa abad yang lalu sudah ada sampai pada zaman raja-raja dulu kemudian sampai zaman penjajahan Belandapun .

Berdasarkan catatan sejarah, lomba Perahu Bidar pertama kali diselenggarakan saat zaman kolonial Belanda, tepatnya saat perayaan ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina, sekitar tahun 1898 dan secara rutin lomba perahu  Bidar selalu digelar setiap hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus.

Bidar merupakan tradisi yang tidak pernah punah  setiap tahun selalu diadakan di kota Palembang.

Pada tahun 1957 Presiden Soekarno sempat ikut menyaksikan lomba Bidar di Sungai Musi (ayah saya sempat mendampingi Presiden Soekarno menonton Bidar di Sungai Musi).

Perlombaan Bidar ini merupakan suatu tradisi yang disebut orang Palembang kenceran , karena dulu kalau ada perlombaan Bidar bukan hanya orang Palembang  yang menyaksikan tapi orang-orang dari daerah Sumatera Selatan kumpul di Palembang, mereka bukan hanya menonton Bidar Palembang tapi juga menyicipi makanan tradisional Palembang yang hanya satu tahun sekali muncul yaitu Telok Abang, Telok Ukan, Telok Pindang, Bongkol, Lepet , Manan Sahmin , Kue Lumpang, Gandos, Kue Pau, Kue Kojo, Srikayo, Gonjeng

Lalu Engkok , Ulen Ulen, Bubur Talam, Dadar Jiwo, Putu Mayang, Mentu, Boges, Nagosari, Kelepon, Kue Pare , Putu Embun dan lain-lain.

Makan-makanan tersebut berjajar sepanjang jalan di Palembang (saya menyaksikan itu pada waktu itu saya masih kecil).

Dizaman walikota Palembang M Ali Amin (Ayah dari almarhum budayawan Palembang Johan Hanafiah)  hingga Tjek Yan,  lomba bidar seluruh kampung ikut serta, jadi tidak ada satupun kampung ketinggalan mengikuti lomba Bidar, misalnya di Kampung Guguk Sungai Aur nama Bidarnya Putri Mayang Sari.

Tapi sekarang Bidar masih ada tapi sepertinya di kampung-kampung di Palembang tidak ikut, tapi dari perusahaan –perusahaan ikut menjadi peserta lomba bidar.

Tapi sekarang apa mau dikatakan tidak mungkin lomba Bidar dilaksanakan, kita harus patuh dengan perintah pemerintah terkait pandemi covid-19, sehingga tahun ini tidak diadakan lomba Bidar di Palembang.(udy)