ASN Dilarang Antar Paslon Daftar Sanksi Pecat

Palembang, jurnalsumatra.com – Menjaga netralitas Pilkada serentak di Sumsel, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), agar tetap netral dan tidak ikut  mengantarkan pasangan calon mendaftar di KPU.

Pimpinan Bawaslu Sumsel, Divisi Hukum dan Penjndakan Pelanggaran Iwan Ardiansyah saat mengawasi hari pertama pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel di KPU Sumsel mengatakan, ASN harus netral, dan tidak ikut mengantar calon saat mendaftar ke KPU, apalagi dihari kerja. “Kalau ada yang kedapatan ikut mengantar kandidat pada jam kerja, kita akan langsung kita proses,” tegasnya.

Untuk masalah ini, Iwan meminta bantuan masyarakat dan media, untuk melaporkan jika melihat adanya ASN yang terlibat. Sebab sesuai aturannya, Bawaslu akan melakukan penindakan dengan menyerahkan rekoemndasi kepada komisi ASN bagi yang terlibat. “Keputusan sanksinya kita serahkan kepada KASN, bisa saja dipecat jika melanggar undang-undang, itu kewenangan mereka,” kata Iwan.

Sementara itu, komisioner KPU Sumsel Heny Susanti menjelaskan, data yang harus dilengkapi oleh pasangan calon diantaranya, dokumen model B KWK hingga model B 4 KWK Parpol. Keputusan tentang kepengurusan partai politik sesuai tingkatannnya. Sementara syarat calon gubernur/wakil gubernur diantaranya harus melampirkan model BB 1 KWK, model BB 2 KWK, surat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).”Untuk hari ini belum ada konfirmasi paslon daftar,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya baru menerima konfirmasi dari dua pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Sumsel, yakni pasangan Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyudin, dan pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya. “Pasangan Ishak pukul 09.00 WIB, dan Herman Deru pukul 14.00 WIBYang lain belum konfirmasi,” pungkasnya.  (Yanti/rilis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =