Atlet anggar Aceh intensifkan latihan untuk hadapi PON Papua

Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Delapan atlet anggar Aceh yang terdiri dua putra dan enam putri, terus menjalani pelatihan intensif untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun depan.

  Ketua Pengurus Provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Pengprov) Ikasi Aceh M Nasir Syamaun di Banda Aceh, Rabu, delapan atlet tersebut dibimbing pelatih nasional Fathullah.

  “Kami mendatangkan Fathullah karena ingin mengembalikan kejayaan anggar Aceh. Fathullah dari Jawa Timur dan pernah melatih anggar SEA Games,” katanya.

  M Nasir Syamaun menyebutkan delapan atlet tersebut merupakan mereka yang dinyatakan lolos PON Papua setelah melewati prakualifikasi di Pra PON 2019 di Semarang, Jawa Tengah.

  Delapan atlet tersebut yakni Erwan Tona, Zaidil Almuqaddim, dan Yudi Anggara Putra untuk floret perorangan putra. Ody Tasmara untuk degen perorangan putra.

  Berikutnya Saidi Nanda Mulkan dan Dhimas Mahendra untuk sabel perorangan putra. Serta Elvanda Cantika Putri dan Ummi Nadra untuk sabel perseorangan putri.

  M Nasir Syamaun mengatakan pelatihan cabang anggar sekarang ini sudah memasuki pemusatan latihan sentralisasi yang terpusat di GOR KONI Aceh di Banda Aceh hingga Desember mendatang.

  Sebelum, delapan atlet tersebut menjalani pelatihan desentralisasi secara mandiri di tempat masing-masing. Pelatihan sendiri berlangsung sejak Februari hingga pertengahan Juni.

  “Kendati pandemi COVID-19 masih berlangsung pemusatan latihan anggar tidak terhambat. Dalam kondisi sekarang ini, kendala kami tidak bisa melakukan uji coba,” kata M Nasir Syamaun.

  Sebelumnya, kata M Nasir, pihaknya berencana menggelar uji coba ke Korea Selatan. Namun, pandemi COVID-19 tidak hanya di Indonesia, tetapi hampir di seluruh dunia, maka uji coba terpaksa dibatalkan.

  “Kami akan mencoba menggelar uji coba internal dengan mantan atlet anggar nasional yang ada di Aceh. Uji coba ini menjadi alat ukur sejauh mana perkembangan atlet yang akan diberangkatkan ke PON di Provinsi Papua,” kata M Nasir Syamaun menjelaskan.(anjas)