Badung Bali Surplus Beras 5.083,46 Ton

     Mangupura, Bali, jurnalsumatra.com – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Putu Oka Swandiana mengatakan ketersediaan beras di daerah lumbung padi Bali itu masih aman dan mengalami surplus 5.083,46 ton.
“Walaupun pemerintah pusat berencana mengimpor beras, namun di daerah kita ini mengalami surplus beras karena saat ini petani di sejumlah kecamatan sudah memasuki musim panen raya,” ujar Oka Swandiana di Mangupura, ibu kota Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Ia mengatakan, ketersediaan stok beras yang masih aman dengan jumlah penduduk Kabupaten Badung 468.348  jiwa, menurut data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat kondisi surplus beras akan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama dua bulan ke depan.
Oka Swandiana juga mengatakan, saat ini petani di Kecamatan Abiansemal, Kecamatan Mengwi, Kecamatan Kuta Utara dan Wilayah Petang juga sedang melakukan panen raya sehingga akan menyokong ketersediaan beras di Kabupaten Badung.
“Kami di Dinas Pertanian dan Pangan Badung dalam mencegah terjadinya gagal panen sudah rutin menugaskan penyuluh pertanian untuk mengawal hal ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung ini.
Apabila petani di Kabupaten Badung mengalami gagal panen, kata dia, pemerintah daerah telah memberikan garanti atau mengasuransikan lahan milik petani jika terjadi gagal panen dengan bekerjasa dengan Jasindo.
Terkait apakah ada upaya pemerintah ingin membeli hasil panen petani di daerah setempat, Oka Swandiana mengatakan pemerintah daerah juga membeli beras dari petani yang terhimpun dalam Perpadi. “Kami juga membeli beras petani. Termasuk beras ketan (beras hitam) juga kami beli,” katanya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Wayan Witra menambahkan untuk produksi beras dari petani di Kabupaten Badung Tahun 2017 tercatat mencapai 64.910,70 ton.
“Kalau dihitung dari total jumlah penduduk di Badung mencapai 468.348  jiwa memang ada surplus beras 5.083,46 ton,” katanya.
Ia mengatakan, ketersediaan stok beras saat ini dikarenakan Pemerintah Kabupaten Badung telah menyusun program strategis untuk mengantisipasi kekurangan beras di daerahnya, sehingga ketersediaannya dapat mencukupi secara berkelanjutan.
Program yang telah dilakukan Pemkab Badung yakni meningkatkan luas tanam, meningkatkan frekuensi pengamatan hama penyakit di lapangan, melakukan gerakan stop-spot apabila ada serangan hama penyakit.
Wayan Witra menegaskan, untuk mengantisiapasi permainan harga beras yang dilakukan tengkulak di pasaran, Dinas Petanian Badung memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang siap melakukan upaya penanggulangan ini.
“Kami di Badung juga telah memilik dana untuk membeli gabah petani (Luep) yang kemudian dikelola Perpadi Badung untuk mengendalikan dan menstabilkan harga gabah saat terjadi lonjakan,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + twenty =