Bali IFC U-15 Ujian Calon Pemain Timnas

Badung, jurnalsumatra.com – Bali International Football Championship (IFC) 2018 di Pecatu, Badung, Bali, 1-10 Desember 2018 bakal menjadi ujian bagi pemain muda Indonesia U-15 karena turnamen yang diikuti 12 tim ini dijadikan ajang ujian calon pemain timnas.
“Bagi saya ajang ini sangat bagus untuk menjaring talenta-talenta muda pemain sepak bola kita yang nanti bisa direkomendasikan untuk Timnas Indonesia,” kata Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Ricky Yacobi di Badung, Bali, Senin.
Kemenpora selaku penggagas kejuaraan internasional U-15 yang diikuti 12 tim dari sembilan negara. Untuk dari Indonesia ada tiga tim yang terlibat, yaitu Timnas Pelajar, Bali All Stars dan Bara FC yang merupakan gabungan dari pemain muda asal tuan rumah Badung dengan SKO Ragunan Jakarta.
Pada kejuaraan internasional U-15 nonfederasi untuk pertama ini, Kemenpora sengaja mendatangkan beberapa pemandu bakat baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk dari dalam negeri selain Ricky Yakobi juga ada mantan pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini, Rully Nere hingga pemandu bakat asal Spanyol.
Selain untuk mencari bakat pemain timnas, mantan pemain nasional ini menilai jika turnamen Bali IFC 2018 diharapkan bisa menjadi ajang bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya serta menjalankan semua materi yang sebelumnya didapat dari pelatih.

“Bagi pembinaan usia dini yang utama bukan hanya kemenangan, tapi mereka harus bisa bermain jujur, fair play, dan bersikap baik di lapangan. Apalagi ini adalah pertandingan internasional yang diikuti oleh negara seperti Jepang, China, Australia, dan Korea Selatan yang memiliki disiplin tinggi dalam bermain bola,” kata Ricky menambahkan.
Harapan Ricky Yakobi ini sejalan dengan Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta. Menurut dia, kejuaraan ini diharapkan mampu menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan yang selama ini dilakukan oleh klub maupun sekolah olahraga.
“Karena ini sifatnya ajang untuk pembinaan usia dini, jadi saya harap semua pemain yang mewakili tim Indonesia bisa menunjukan kualitas terbaiknya di lapangan. Para pemain harus menjunjung sikap fair play baik di dalam atau luar lapangan. Jika sikap itu mampu ditunjukan dalam setiap permainan, saya yakin tim pemandu bakat bisa melihat dan dijadikan rekomendasi,” kata Isnanta.(anjas)

Leave a Reply