Bali Kirimkan 14 Wakil Jambore Pemuda Indonesia

    Denpasar, jurnalsumatra.com – Provinsi Bali mengirimkan 14 pemuda-pemudi setempat dengan berbagai kelebihan masing-masing, dalam ajang Jambore Pemuda Indonesia 2017 di Sawahlunto, Sumatera Barat.
“Mereka yang mewakili Bali ini telah melalui seleksi yang ketat dari seluruh perwakilan yang diusulkan oleh sembilan kabupaten/kota di Bali,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa di Denpasar, Jumat.
Jambore Pemuda Indoneia (JPI) adalah pertemuan akbar para pemuda seluruh Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun sekali, sebagai ajang untuk menghimpun dan bertukar pikiran serta gagasan tentang kepemudaan.
Ajang itu, di antaranya bertukar pikiran mengenai permasalahan global dan untuk merajut nilai kebangsaan, nasionalisme terhadap NKRI, meningkatkan keterampilan, kemandirian serta kreativitas para pemuda di Indonesia.
“Kegiatan ini sekaligus sebagai kesempatan para pemuda seluruh Indonesia untuk saling berkenalan dan menjalin persahabatan, tempat bertukar pikiran dan gagasan kepemudaan dalam rangka membangun Indonesia yang maju dan modern,” ucap Boy.

     Pihaknya pun berharap lewat kegiatan itu akan tumbuh jiwa kebangsaan, jiwa persatuan dan kesatuan yang bisa membentengi diri dari ideologi-ideologi yang bisa mencabik-cabik keutuhan berbangsa dan bernegara.
“Selanjutnya jiwa tersebut bisa ditularkan ke pemuda-pemuda lain sehinga akan memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI,” katanya.
JPI berlangsung dari 15-21 November 2017, yang diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pawai budaya, pentas seni pemuda,  seminar dan dialog kebangsaan, penanaman pohon serta lomba-lomba.
“Wakil Bali, terdiri dari tujuh laki-laki dan perempuan. Sebelum diberangkatkan ke JPI, para peserta juga sudah diberikan pembekalan sehingga mereka menjadi semakin mantap untuk berkompetisi di ajang JPI,” ujarnya.
Boy menambahkan, dari 14 pemuda yang terpilih menjadi peserta JPI, ada satu orang peserta, yaitu I Gede Jaya Wisudha Pratama, pemuda asal Kabupaten Karangasem, ini mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan magang menenun di Kota Sawahlunto dari 31 Oktober-14 November 2017.
Setelah memperdalam keterampilan menenun, nantinya diharapkan menjadi motivator bagi rekan-rekan pemuda Bali yang lain untuk menjadi penenun profesional dan mampu melestarikan kain tenun sebagai warisan budaya leluhur.(anjas)

Leave a Reply