Balikpapan Contoh Perda Kearifan Lokal Kalsel

  Banjarmasin, jurnalsumatra.com – DPRD Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) bermaksud mau mencontoh Peraturan Daerah (Perda) tentang Kearifan Lokal di Kalimantan Selatan.
Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Iskandar Zulkarnain SE mengemukakan itu di Banjarmasin, Selasa usai pertemuan dengan wakil rakyat kota metropolitan Kaltim tersebut.
“Kita mengapresiasi keinginan wakil rakyat kota yang menggunakan beruang madu sebagai lambang daerah mereka tersebut,” ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Pasalnya, tutur wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) itu, masyarakat kota metropolitan Balikpapan tersebut banyak pendatang, dan mungkin mayoritas bila dibandingkan dengan penduduk asli.

Oleh sebab itu, wajar wakil rakyat Balikpapan mau membuat Perda kearifan lokal guna kelestarian seni dan budaya tradisional daerah setempat/mereka, lanjut legislator asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel VI yang berbatasan dengan Kaltim tersebut.
“Sebagaimana halnya Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim di antara kearifan lokal mereka menjadi kalender tahunan wisata yang menasional, dan bahkan hingga mancanegara,” demikian Iskandar Zulkarnain.
Sementara Perda kearifan lokal Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota dan merupakan inisiatif DPRD provinsi setempat itu berlaku sejak  Tahun 2017.
Sedangkan rombongan wakil rakyat Balikpapan yang studi komparasi tentang Perda kearifan lokal pada 22 Oktober lalu tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD kota metropolitan itu, Mieke Henny. (anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =