Banding Dikabulkan Adnan Batal Divonis Mati

Lahat, jurnalsumatra.com – Adnan (33), yang merupakan warga Aceh Utara yang sebelumnya sempat menjadi ‘pesakitan’ atau terdakwa dalam perkara dugaan kepemilikan Narkotika jenis shabu shabu sebanyak 16 kilo, akhirnya, dapat bernafas lega.

Pasalnya, jika sebelumnya dirinya (Adnan.red) sempat dijatuhi vonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lahat, bisa bernafas lega, setelah berkas permohonan banding, yang diajukanya, melalui tim penasehat hukumnya, Advokat dari LBH Serelo Lahat, dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palembang.

Dimana seperti tertuang dalam petikan putusan yang diterima pihak LBH Serelo Lahat, dimana dengan nomor putusan : 74/PID/2020/PT.PLG tanggal 28 Mei 2020, Pengadilan Tinggi Palembang berpendapat lain, dan menetapkan keputusan berbeda dengan apa yang sudah diterapkan jajaran Hakim Pengadilan Negeri Lahat sebelumnya.

“Pada intinya permohonan banding dari penasehat hukum terdakwa dikabulkan, dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa Adnan dengan pidana penjara seumue hidup,” beber Ketua LBH Serelo Lahat, Anisah Maryani SH, melalui anggotanya, Imam Rustandi SH kemarin.

Dilanjutkan Imam, sebenarnya apa yang menjadi vonis pihak Majelis Pengadilan Negeri Lahat sebelumnya memang kurang tepat dan cenderung dipaksakan, apalagi sampai vonis mati dijatuhkan. Pasalnya, sesuai fakta persidangan sebelumnya sudah jelas, klien kami bukanlah pelaku utama atau pemilik ‘barang haram’ jenis sabu 16 kilo, jadi jelas tidak tepat hukuman yang ada.

“Seperti dalam isi memori banding kami sebelumnya, klien kami murni adalah korban dari jahatnya otak kejahatan dunia narkoba, berlebihan kiranya jika mesti menanggung penuh semua kesalahan,” beber Imam lagi.

Anisah Maryani menambahkan, setelah salinan putusan nanti diterima, untuk langkah selanjutnya, pihaknya akan memberi tahu keluarga, dan menyerahkan semuanya pada pihak keluarga.

“Ini jelas suatu khabar bahagia dan poin keberhasilan bagi kami kuasa hukum terdakwa. Secepatnya bakal kami kordinasikan ke keluarga, sembari menunggu sikap lanjutannya,” ucap Anisah. (Din)