Banjar Siapkan Desa Kiram Menjadi Kampung Hidroponik

      Martapura, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, siap menjadikan kawasan Desa Kiram sebagai kampung hidroponik dengan memberikan pelatihan tanaman dengan media tanam terbatas itu.
Ketua TP-PKK Kabupaten Banjar Raudathul Wardiyah mengatakan, hidroponik di Desa Kiram diharapkan berhasil seperti Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura yang telah lebih dahulu dikembangkan.
“Kami melaksanakan pelatihan budidaya sayuran secara hidroponik yang diikuti Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Desa Kiram Kecamatan Karang Intan sehingga masyarakat memiliki keahlian,” ujarnya.
Ia menjelaskan pelatihan merupakan program TP PKK Kabupaten Banjar diselenggarakan dua hari sejak Senin (3/9) dengan tujuan melatih anggota kelompok tani wanita menyediakan pangan yang sehat bagi keluarganya.
Ia mengatakan, pelatihan yang dananya dari dana desa dibantu secara teknis oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Banjar serta dibantu oleh Penyuluh Pertanian Lapangan di Desa Kiram.
“Kami mengharapkan pelatihan yang bertujuan memberi manfaat maksimal bagi anggota kelompok tani wanita bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga menambah kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

       Dijelaskan, pemanfaatan pekarangan melalui gerakan halaman asri, teratur, indah dan nyaman (Hatinya PKK) merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi.
“Kamponik salah satu bentuk implementasi program pokok PKK, di antaranya mengamalkan nilai-nilai gotong-royong, dan pendidikan keterampilan serta melestarikan lingkungan hidup,” ucapnya.
Kepala Dinas TPH Banjar M Fahcry, mengatakan pelatihan tidak hanya dalam bentuk materi ceramah, namun juga praktik langsung cara menanam sayuran dengan sistem hidroponik.
“Penanaman sayuran dilakukan di Desa Kiram seiring berkembangnya ilmu dan teknologi pertanian maka berkembang cara dan metode cocok tanam, sehingga perlu disampaikan ke masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan, masyarakat diminta bisa memanfaatkan lahan yang sempit di sekitar pekarangan rumah, sehingga selain mempunyai nilai ekonomis dan bisa dijadikan sebagai wahana untuk mempercantik pekarangan.
“Harapan kami, peserta pelatihan dapat mengaplikasikan ilmu yang diberikan, selain untuk konsumsi sendiri, juga hasil sayuran hidroponik bisa menjadi pemasukan tambahan bagi masyarakat,” katanya.(anjas)

Leave a Reply