Bank Banten Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

Pandeglang, jurnalsumatra.com – Bank Banten sebagai bank milik rakyat Banten mengambil langkah cepat membantu korban yang terdampak tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang berupa bahan makanan.
“Sesuai instruksi dari Gubernur Banten, bahwa jangan sampai ada daerah bencana yang terlewat untuk mendapatkan bantuan. Kami bertindak cepat pada saat darurat dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat bermanfaat dan meringankan beban para korban tsunami Banten,” kata Direktur Bank Banten, Kemal Idris saat menyerahkan bantuan untuk para korban tsunami Banten di Pendopo Kab. Pandeglang, Kamis (27/12).
Ia menambahkan Bank Banten menjadi garda terdepan dalam menyampaikan bantuan untuk korban bencana di Kecamatan Angsana dan Kecamatan Labuan, Pandeglang pada 23 Desember 2018.
Bantuan secara simbolis diserahkan Kemal Idris kepada Bupati Pandeglang, Irna Narulita untuk didistribusikan kepada para korban bencana tsunami Banten.
Bank Banten memberikan bantuan logistik berupa bahan makanan, air mineral, susu, makanan untuk bayi, selimut, pembalut untuk wanita, popok bayi, terpal dan tenda. Usai menyerahkan bantuan, rombongan Bank Banten bertolak ke Posko Labuan Kabupaten Pandeglang, untuk meninjau langsung kondisi para korban tsunami Banten, ujarnya.

“Kami turut berduka atas musibah Tsunami Selat Sunda, terlebih lagi beberapa wilayah di Banten khususnya Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang terkena dampak langsung dari Tsunami tersebut. Semoga bencana segera berlalu dan kembali pulih,” jelasnya.
Jaringan kantor Bank Banten yang berada dekat dengan bencana Tsunami Selat Sunda adalah KCP Labuan dan KCP Panimbang. “Hingga saat ini unit kerja operasional kami di daerah bencana masih dalam keadaan baik dan tidak terjadi kerusakan.
Untuk menanggulangi banjir yang sempat terjadi pada tanggal 26 Desember 2018 di daerah Labuan, kami melakukan monitoring terhadap ATM dan perlengkapan IT. Untuk pelayanan terhadap masyarakat kami tetap buka dengan layanan terbatas,” terang Kemal.
Tsnami Selat Sunda pada Sabtu (22/12) telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia, ribuan mengalami luka-luka dan puluhan ribu orang mengungsi.
Gelombang setinggi 5 meter itu menerjang kawasan pesisir Kabupaten Pandelang itu mengakibatkan kerusakan parah sarana dan prasarana, serta lumpuhnya akses di beberepa titik bencana.
Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten mencatat sampai hari ini hingga pukul 13.00 WIB jumlah korban meninggal dunia  mencapai 420 orang, luka-luka 1.042 orang dan hilang 5 orang.(anjas)

Leave a Reply