Bank Jogja Menjadi BPR Terbaik Pilihan Masyarakat

YOGYAKARTA, jurnalsumatra.com – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-57, Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Bank Jogja belum lama ini gelar baksos berupa pembagian sembako, donor darah, sunatan massal, lomba senam kreasi, lomba volley antarinstansi, anjangsana ke panti asuhan yatim piatu dan mantan direksi serta dewan pengawas.

Puncak acara dilaksanakan di Stadion Mandala Krida pada Minggu, 13 Mei 2018 berupa senam bersama dan jalan sehat yang dikuti 10 ribu masyarakat dan nasabah.

Pada kesempatan itu, Camat Kotagede, Drs Nur Hidayat, memperoleh undian mobil yang diserahkan Walikota Yogyakarta Drs Haryadi Suyuti.

PD BPR Bank Jogja — semula bernama PD BPR Bank Pasar Kotamadya Yogyakarta — berdiri pada 12 Mei 1961 di bawah naungan Dinas Pasar Beringharjo Yogyakarta. Dan, sempat mengalami beberapa kali perpindahan kantor.

Di bawah kepemimpinan Kosim Junaedi, SE, MM (Direktur Utama) dan Helpiati Tarigan, SE, MM (Direktur), kini Bank Jogja menjadi BPR terbaik dan terpercaya pilihan masyarakat dengan mengutamakan UMKM. “Semaksimal mungkin kami melibatkan masyarakat,” kata Kosim Junaedi, Kamis (16/5/2018), yang menambahkan nasabah Bank Jogja mencapai ratusan ribu.

Di usianya yang ke-57, bank milik Pemkot Yogyakarta ini akan meningkatkan asetnya dengan target pada tahun 2018 mencapai Rp 800 Miliar. Tahun 2017 asetnya mencapai Rp 714 Miliar dan pada April 2018 tercapai Rp 739 Miliar.

Meski persaingan perbankan yang semakin ketat, kredit bermasalah di Bank Jogja hanya 0,6 persen. Lebih rendah dari batas atas OJK dan Bank Indonesia sebesar 5 persen.

Kredit macet di Bank Jogja tergolong rendah dengan angka Non Performing Lian (NPL) sebesar 0,6 persen .

Kini, aset Bank Jogja tergolong tinggi untuk ukuran bank milik BUMD Pemkot Yogyakarta. “Bank Jogja sudah diaudit dan dinyatakan sehat,” kata Kosim Junaedi.

Salah satu indikator bank sehat, dijelaskan Kosim Junaedi, tercermin dari jumlah kredit bermasalah. “Prestasi itu membuat warga masyarakat semakin menaruh kepercayaan menabung di Bank Jogja,” papar Kosim Junaedi.

Seperti disampaikan Direktur Helpiati Tarigan, SE, MM, keberadaan bank daerah — termasuk Bank Jogja — memberi manfaat konkret bagi masyarakat. “Bank daerah tidak sekadar ikut menyumbang pendapatan asli daerah, tapi juga ikut mengembangkan roda perekonomian daerah,” kata Helpiati Tarigan yang menjadi direktur tahun 2015-2019.

Bagi Helpiati Tarigan, saat ini sosialisasi Bank Jogja itu sangat penting. Dan sekarang, PD BPR Bank Jogja akan mengaktualisasikan diri seutuhnya kepada masyarakat, bangsa dan negara.

“Kami menjembatani pemerintah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang perbankan sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya,” papar Helpiati Tarigan.

Ke depan, Bank Jogja menjadi bank yang ada di hati masyarakat. Inovasi-inovasi pun terus dikembangkan. “Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggenjot kredit pada UMKM,” kata Kosim Junaedi, yang menambahkan saat ini Bank Jogja membina 8 ribu UMKM di 14 kecamatan.

Bagi Kosim, tantangan BPR cenderung semakin berat untuk bertahan dari serbuan pesaing. “Terutama bank umum dan lembaga keuangan mikro, termasuk koperasi simpan pinjam dan pegadaian yang mulai merambah pasar mikro,” kata Kosim Junaedi. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 17 =