Bantul Programkan Kegiatan Pertanian Terdampak Banjir 2018

    Bantul, jurnalsumatra.com – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memprogramkan kegiatan pertanian dan perikanan di daerah ini yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrim beberapa waktu lalu pada tahun anggaran 2018.
“Untuk pertanian, perikanan dan sebagainya itu karena program APBD 2017 tinggal sebentar lagi, maka kita rencanakan kegiatannya di 2018 di lokasi yang terdampak banjir,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Kamis.
Menurut dia, banjir bandang dan luapan sungai akibat hujan deras karena dampak badai Siklon Tropis Cempaka pada 28 November mengakibatkan seratus hektare lebih lahan pertanian terendam, bahkan 52 hektare di antaranya mengalami gagal panen.
Selain sektor pertanian, kata dia, kejadian banjir tersebut juga mengakibatkan sekitar 500 kolam-kolam ikan milik petani ikan rusak beserta ikan-ikannya pada hanyut, sehingga memperbesar kerugian materiil yang dialami korban.
“Kalau kita mau menyelesaikan saat ini juga kan juga belum bisa, karena kolam-kolam ikan belum siap, kemudian kalau bantuan benih, kegiatan penamanan juga belum bisa jalan, makanya kegiatannya kita akan mengandalkan APBD yang dialokasikan pada tahun 2018,” katanya.

     Apalagi, kata dia, pada tahun Anggaran 2018, Pemkab Bantul selain mengalokasikan kegiatan dari APBD Bantul, juga mendapat anggaran dari APBD DIY juga dari APBN, sehingga alokasi anggaran akan dimaksimalkan untuk wilayah terdampak.
“Di 2018 itu kita akan ada bantuan dari APBN, baik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pertanian (Kementan), itu akan kita manfaatkan termasuk dari APBD 1 dan APBD 2. Kalau dipaksakan sekarang kan jadinya malah kurang pas,” katanya.
Pulung mengatakan, dalam persiapan kegiatan pertanian dan perikanan yang terdampak bencana itu, pihaknya juga sudah mengantongi data kelompok petani maupun kelompok petani ikan, termasuk kelompok peternak yang kadangnya hanyut karena banjir.
“Kalau kelompok-kelompoknya sudah siap dan lengkap mana saja, termasuk jumlah kolamnya berapa, kalau untuk kandang kan ada 30 kandang yang hanyut. Dan yang perlu dilakukan petani ikan saat ini membersihkan kolam-kolam dulu,” katanya.
Ia juga mengatakan, bentuk kegiatan yang diprogramkan di wilayah terdampak banjir nantinya, bisa berupa bantuan sarana prasarana, benih baik tanaman juga ikan, termasuk pembuatan demplot-demplot untuk pengembangan kegiatan pertanian.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 4 =