Banyuasin Terima Penghargaan IRSA

JAKARTA, Jurnalsumatra.com — Kabupaten Banyuasin kembali mendapat penghargaan kali ini dari Indonesia Road Safety Award ( IRSA ) katagori Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk rendah.

Penganugerahan IRSA 2017 ini  untuk kelima kalinya   digelar di Ballroom Menara Mandiri ( Eks. Plaza Bapindo), Assembly Hall Lantai 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Senayan Jakarta Selatan, Kamis (7/12) 2017.

Acara ini dihadiri Prof. Bambang Permadi Sumantri Brodjonegoro, SE.,M.UP.,Ph.D. Selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ( BAPENAS ), Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc. Selaku Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Irjen Pol Budi Setiyadi Selaku Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Perwakilan dari Korps Lalu Lintas POLRI, Perwakilan Kementerian Kesehatan serta para Bupati dan Walikota finalis IRSA 2017.

Ajang IRSA itu sendiri merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. IRSA merupakan rangkaian dari pada program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk  kampanye I Wanna Get Home Safety. Kampanye ini di gagas dengan tujuan untuk menurunkan  angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Julian Noor, Chief Executive Adira Insurance, mengungkapkan.“Kami berharap pesan dan semangat IRSA terus menular hingga seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga pemenang IRSA dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program-program keselamatan jelan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi,”katanya.

Lahirnya program-program inovatif baru yang secara serius diterapkan oleh pemerintah kota dan kabupaten setempat ketika mengikuti ajang IRSA ini. Semangat dari program IRSA adalah untuk memberikan dukungan kepada pemerintah kota dan kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan dilingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang aman.” Jelas Julian.

Tercatat sebanyak 120 kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2017. Dari 120 peserta, terpilih 23 kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2017. “23 kota dan kabupaten finalis dipilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fasilitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya melalui tahap shortlisting. Telah dilakukan tahap observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2017, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata keselamatan jalan di 23 kota dan kabupaten tersebut,”jelasnya.

Setelah survei dan observasi dilakukan, selanjutnya adalah penjurian. Juri IRSA 2017 terdiri dari perwakilan kementerian lima pilar keselamatan jalan dan para pakar rood safety lainnya. Saat penjurian finalis memberikan penilaian melalui pemaparan finalis mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluasi kebijakan terkait dengan program tata kelola keselamatan jalan. Penilaian IRSA selalu mengacu pada lima pilar keselamatan jalan yang telah dicanangkan WHO dan diadopsi oleh banyak negara di dunia yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku penguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Turut hadir mewakili Bupati Banyuasin H Supriadi, SE.,M.Str ( Kadishub ), Ir. H. Zulkifli Idrus, MP ( Kepala Bappeda dan Litbang),  Kabid Penataan Ruang Dinas PUTR, Kasat Lantas Polres Banyuasin.(Bio/Lubis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =