Bapenda Waykanan Mendata Objek Pajak

     Waykanan, jurnalsumatra.com – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung terus melakukan pendataan objek Pajak Bumi dan Bangunan di 14 kecamatan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor tersebut.
“Kami melakukan pendataan terhadap sumber PAD yang belum terdata, sehingga jumlah PAD Waykanan tahun ini bisa meningkat,” kata Kepala Bapenda Waykanan Hendri Syahri di Blambanganumpu, Ibu Kota Waykanan, Jumat.
Dari hasil pendataan yang dilakukan tim di lapangan, sementara ini diperoleh 32.000 objek pajak baru. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun lalu dari 200.000 menjadi 232.000 objek pajak.
Terkait dengan tarif objek pajak, Hendri menyatakan akan segera melakukan penyesuaian, karena dalam satu tahun tentu sudah ada yang mengalami perubahan. Misalnya, objek pajak yang sebelumnya berupa lahan kosong, saat ini sudah berupa bangunan.
“Atau yang tadinya berupa bangunan semi permanen, kini sudah berubah menjadi permanen. Tentu nilai pajaknya juga mengalami perubahan dan harus disesuaikan,” katanya.

     Dalam melakuan pendataan, kata dia, petugas yang didampingi aparat kampung akan menggunakan metode pendataan mengunakan GPS dan kamera, sehingga dihasilkan objek pajak sesuai koordinat dan akan tampil gambar objek pajak yang di data.
Hendri menjelaskan pendataan dilakukan agar tidak ada lagi kepemilikan ganda atas objek pajak, dan wajib pajak juga akan berkurang nilai pajak yang harus dibayarnya.
Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menyambut baik program pendataan objek pajak yang juga dilaksanakan di seluruh wilayah Waykanan.
“Objek pajak di seluruh kecamatan harus sesuai dengan titik koordinat dan gambar objek pajak yang sudah didata,” katanya.
Dengan kegiatan itu, Adipati mengharapkan dapat menambah objek pajak dan menambah PAD Kabupaten Waykanan untuk membiayai pembangunan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =