Bappeda: Delapan Tahapan Bentuk Kampung Tematik

    Tangerang, jurnalsumatra.com – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menyatakan, ada delapan tahapan dalam rencana teknis fasilitasi pembentukan kampung tematik.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Said Endrawiyanto, di Tangerang,  Senin mengatakan, kampung tematik adalah program Pemkot setempat dalam membenahi semua wilayah secara masif dan tepat sasaran.
Sebab, tidak hanya satu program yang dijalankan, tetapi lebih variatif tergantung kebutuhan di suatu wilayah tersebut.
“Misalnya saja perbaikan jalan, perbaikan rumah, pembuatan saluran drainase, penghijauan, pelatihan UMKM hingga pembentukan destinasi wisata baru,” katanya.
Di Kota Tangerang telah banyak terbentuk kampung tematik seperti Kampung Bekelir, Kampung Markisa, kampung Batik, Kampung Grenpul, Kampung Lidah Buaya dan banyak lagi. Warga secara mandiri dan bersama – sama menata wilayahnya menjadi hunian yang layak huni sekaligus layak dikunjungi.
Sementara itu untuk tahapan pembentukan kampung tematik adalah sebagai berikut. Langkah pertama adalah sosialisasi dengan kecamatan dan kelurahan mengenai program kampung tematik.

Selanjutnya, tahap kedua adalah dilakukan pelatihan untuk pelatih kepada fasilitator agar program ini bisa berjalan efektif.
Tahap ketiga, pengajuan calon kampung tematik dari tingkat Kecamatan/Kelurahan kepada Bappeda untuk dilakukan perencanaan dan koordinasi antar dinas. Setelah selesai maka masuk ke tahap keempat yakni pembentukan tim kecil perumus kampung tematik di setiap kelurahan.
Setelah dijalankan perumusan kemudian ditahap kelima adalah penyusunan rencana yang akan dilaksanakan di wilayah tersebut. Pasalnya setiap wilayah Kota Tangerang memiliki karakteristik yang berbeda – beda.
Tahap keenam adalah sosialisasi rencana aksi kepada masyarakat untuk bisa ikut serta dalam mengubah lingkungannya menjadi lebih baik lagi. Termasuk program infrastruktur yang akan dijalankan.
Di tahap ketujuh dilaksanakan pembentukan kampung tematik secara bertahap mulai dari beberapa bidang dari hasil perumusan yang dilakukan oleh tim kecil. Ditahap kedelapan atau akhir, dilakukan evaluasi dan penilaian mengenai keberhasilan dari menjalankan program ini.
“Banyak sudah wilayah Kota Tangerang menjadi kampung tematik dan warga sangat senang dengan program ini, bahkan banyak daerah yang mencontoh dan memberi apresiasi,” ujar Said.(anjas)

Leave a Reply