Bappeda Litbang Gelar Sarasehan Untuk BB


Banyuasin, jurnalsumatra.com – Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin menggelar sarasehan Peran dan Fungsi Kelitbangan  untuk Banyuasin Bangkit (BB) di Ruangan Rapat Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin. Acara ini dipimpin  Kepala Bappeda Litbang Banyuasin,  Erwin Ibrahim, ST., MM., MBA,  Kamis (23/5/2019).

“Sebagai narasumber Bapak Herie Peneliti Madya  Badan Litbang Kemeterian Dalam Negeri dan peserta berasal dari seluruh OPD lingkup Pemerintahan Kabupaten Banyuasin,”terang Erwin.

Erwin yang biasa sisapa mengemukakan,  salah satu sebab kenapa kita tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga diantaranya adalah karena sangat minimnya penelitian yang kita lakukan khususnya untuk level internasional. Akibatnya, perguruan tinggi terbaik di Indonesia pun masih sangat sulit untuk dapat menembus peringkat sepulu besar di Kawasan Asia.

Menurut Erwin Ibrahim, kita harus memperkuat peran dan fungsi kelitbangan, setiap penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan harusnya dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang memadai sehingga kebijakan dan perencanaan pembangunan yang dilakukan dapat benar-benar tepat sasaran.

Erwin menegaskan,  selain sangat pentingnya penelitian dan pengembangan, fungsional peneliti merupakan pilihan yang sangat menjanjikan, bahkan Bupati Banyuasin H Askolani telah menetapkan Perbub terkait TPP dan tunjangan kinerja fungsional peneliti.

Sementara itu, Narasumber Herie mengatakan,  diera milenial sekarang ini, peran dan fungsi kelitbangan menjadi kunci keberhasilan sebuah daerah/negara dalam menghadapi kemajuan jaman.

“Bagaimana teknologi telah banyak berkembang menjadi lebih canggih dan simpel hingga dapat menggantikan beberapa peran manusia dan disisi lain juga terjadi perubahan peilaku dan gaya hidup pada setiap generasi yang harus senantiasa diantisipasi,”katanya.

Bagaimana cara kita berfikir, ujarnya akan mempengaruhi cara kita bertindak dan tidak ada inovasi tanpa adanya intuisi yang dituangkan dalam tindakan penelitian dan pengembangan.

“Era BIG data tak dapat dihindarkan, sehingga membanguan pusat-pusat inovasi daerah menjadi sebuah keharusan agar kita dapat bersaing diera milenial ini,” ujarnya. (BIO)