Bappenas Dorong Optimalisasi Perpustakaan Terkait Literasi

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mendorong optimalisasi peran perpustakaan dalam membangkitkan gerakan literasi untuk pemberdayaan masyarakat.
“Untuk mewujudkan peran literasi dalam pembangunan sosial ekonomi, perlu optimalisasi perpustakaan sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Gellwynn Jusuf dalam seminar nasional di Jakarta, Selasa.
Isu literasi selama ini hampir tidak pernah dihubungkan dengan pembangunan sosial dan ekonomi. Pembicaraan tentang literasi selalu identik dengan program melek aksara.
Menurut Gellwynn, gerakan literasi dewasa ini tidak boleh hanya sebatas mengurangi angka buta aksara. Pemerintah tidak cukup hanya merancang program yang lazim menekankan kemampuan dasar keaksaraan fungsional.
Gerakan literasi perlu dimaknai peran dan dampaknya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
“Literasi perlu dipahami melampaui makna konvensionalnya, yaitu kemampuan mencerna dan menganalisis suatu teks dan diterjemahkan dalam tindakan praksis sosial untuk mengatasi permasalahan,” kata Gellwynn.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional Syarif Bando minta para pengelola perpustakaan harus mampu mengubah cara pandang untuk mendukung gerakan literasi yang memberdayakan masyarakat.
Menurut dia, petugas perpustakaan harus datang dan mendampingi masyarakat untuk menemukan solusi dari berbagai permasalahan sosial ekonomi melalui buku-buku ilmu pengetahuan.
Selain itu, Syarif juga menekankan mengenai paradigma perpustakaan untuk lebih memanfaatkan peran teknologi.
“Parameter sekarang bukan banyaknya kunjungan, tetapi seberapa banyak buku mampu didesain dalam teknologi informasi dan memudahkan seluruh masyarakat untuk mengakses,” kata dia.(anjas)

Leave a Reply