Barty Gusur Osaka Dari Peringkat Teratas Dunia

Jakarta, jurnalsumatra.com – Berikut adalah data dan fakta mengenai Ashleigh Barty yang akan segera menjadi petenis putri pertama Australia dalam 43 tahun terakhir yang menjadi petenis nomor satu dunia, menggusur Naomi Osaka,

  Petenis berusia 23 tahun itu mengalahkan Julia Goerges 6-3 7-5 di final turnamen Nature Valley Classic di Birmingham, Minggu, demikan Reuters. Hal itu berarti ketika ranking WTA terbaru diumumkan pada Senin, maka Barty akan menggusur petenis asal Jepang itu.

  Lahir: 24 April 1996 di Ipswich, Australia (usia 23)

  Gelar Grand Slam: 1 (Perancis Terbuka 2019)

  Mulai bermain tenis pada usia lima tahun ketika orang tuanya Robert dan Josie memperkenalkan kepadanya olahraga tersebut.

  Pada 2011, meraih gelar juara tunggal putri Wimbledon di kelompok junior

  Ayahnya adalah suku asli Australia, Ngarigo, yang diturunkan oleh salah satu neneknya, dan Barty adalah pendukung kampanye untuk penduduk asli Australia.

  Setelah mengawali karir di sirkuit ITF di Australia pada 2010, Barty untuk pertama kali tampil di turnamen WTA, yaitu dengan mengikuti babak kualifikasi AS Terbuka pada tahun berikutnya.

  Selama 2012, dia meraih empat gelar juara di kategori tunggal dan dua di nomor ganda sirkuit ITF.

  Pada 2013, Barty meraih satu gelar juara di nomor ganda turnamen WTA dan sebanyak tiga kali mencapai final ganda Grand Slam bersama Casey Dellacqua (Australian Terbuka, Wimbledon, AS Terbuka). Ia juga merebut dua gelar di nomor ganda turnamen ITF.

  Setelah kembali meraih gelar juara di nomor ganda WTA pada 2014, ia sempat istirahat dari tenis setelah mengikuti AS Terbuka untuk bergabung dengan tim kriket Brisbane Heat, sebelum kembali ke tenis pada 2016.

  Pernah menembus peringkat 20 besar pada 2017, meraih gelar juara tunggal WTA di Kuala Lumpur sebagai pemain kualifikasi, ia kemudian terus melaju untuk meraih dua gelar juara tunggal di Birmingham dan Wuhan sebelum kemudian menjadi petenis nomor satu Australia.

  Barty meraih gelar tunggal WTA di Nottingham dan Zhuhai untuk mengakhiri 2018 dengan menempati peringkat 15 dunia. Ia juga meraih empat gelar juara di nomor ganda.

  Dia mengawali 2019 dengan menjadi juara di Miami pada Maret lalu, sebelum merebut tropi Grand Slam untuk pertama kalinya di Perancis Terbuka.

  Kemudian meraih gelar juara ketiga sepanjang 2019 di Birmingham dan akan menggusur petenis Jepang Naomi Osaka di peringkat teratas pada Senin (24/6) untuk menyamai prestasi pendahulunya Evonne Goolagong pada 1976.(anjas)