Basarnas Kembali Temukan Satu Korban Tertimbun

   Pemenang, Lombok Utara, jurnalsumatra.com – Tim Basarnas kembali menemukan satu korban gempa tertimbun puing rumah di Desa Tanjung, Lombok Utara, Rabu.
Berdasarkan pantauan Antara di lokasi, rumah itu berada di pinggir Jalan Raya Tanjung, sedangkan korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah ditemukan dalam reruntuhan rumah dengan bantuan ekskavator.
Agus, warga setempat, menjelaskan proses evakuasi berlangsung selama sekitar delapan jam.
Dewa, salah satu anggota Basarnas belum bisa menyebutkan identitas korban itu.
“Identitas belum bisa dipastikan, jenazah akan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diidentifikasi dulu,” katanya.
Menurut warga sekitar, korban belum bisa dikenali sebagai pemilik rumah, sebab rumah yang rubuh tersebut merupakan bangunan untuk toko kelontong.
Ada kemungkinan warga yang datang untuk membeli keperluan rumah tangga yang menjadi korban tertimbun itu, karena ketika terjadi gempa pada Minggu (5/8) malam, toko tersebut ramai pembeli.

    Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Lombok yang terdata hingga Selasa (7/8) pukul 12.00 Wita mencapai 108 orang.
“Sedangkan korban luka-luka sebanyak 134 orang,” katanya usai rapat koordinasi penanganan gempa Lombok di Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (7/8).
Ia menyatakan kemungkinan jumlah korban luka akan mengalami peningkatan sebab jumlah pasien cenderung dinamis.
“Tadi ada 50 pasien yang sudah dioperasi, dari total 87 pasien yang harus dioperasi, sementara sisa 37 pasien lainnya sedang menunggu fasilitas untuk operasi tulang terbuka dan tertutup,” katanya.
Willem mengatakan tantangan pelayanan medis ialah banyak pasien yang masih trauma berada di dalam ruangan sehingga memengaruhi penanganan lebih lanjut.
“Di sini pada trauma, pada umumnya saat operasi atau setelah operasi tidak mau di gedung, maunya di rawat di luar,” katanya.
Ia mengatakan saat ini tim operasi gabungan terus melakukan pencarian dan penyelamatan korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan.
“Pencarian dan penyelamatan korban sedang berlangsung di dua tempat paling parah di Lading-Lading di sana ada dua alat berat yang dikerahkan dan di Bangsal juga sedang dilakukan tugas penyelamatan,” ungkap Willem.(anjas)

Leave a Reply